by admin | Mar 23, 2011 | Berita, pengumuman
PENGUMUMAN
Nomor: 763/I5.1.10/PP/2011
Diberitahukan kepada Mahasiswa FSRD ISI Denpasar yang telah mendaftar Studi Ekskursi ke Palu, Sulawesi Tengah diharapkan berkumpul pada:
Hari/Tanggal : Senin, 28 Maret 2011
Jam : 10.00 Wita
Tempat : Ruang Sidang FSRD
Acara : Pengarahan dari Pembantu Dekan III
Demikian kami sampaikan untuk dapat dilaksanakan. Terima kasih.
Denpasar, 23 Maret 2011
A.n. Dekan
Pembantu Dekan III,
Drs. D.A. Tirta Ray, M.Si
NIP. 195704231987101001
by admin | Mar 23, 2011 | Berita
JAKARTA– Pemerintah memastikan kenaikan gaji pegawai negeri sipil (PNS), TNI/Polri, dan pensiunan direalisasikan 1 April. Realisasi kenaikan telah diperkuat dengan peraturan pemerintah (PP).
”Sejak April kenaikan gaji penuh sudah bisa dirasakan PNS.PP telah terbit,kemudian instruksi dari Dirjen Perbendaharaan. Nanti bisa diajukan rapel sejak Januari.Untuk pensiunan juga harusnya bisa sama-sama dibayarkan,’’ kata Direktur Jenderal Perbendaharaan Kementerian Keuangan Agus Supriyanto di Jakarta kemarin.
Dalam nota keuangan APBN 2011, pemerintah telah menganggarkan Rp91,2 triliun untuk pembayaran gaji PNS. Anggaran gaji dan tunjangan masuk dalam alokasi anggaran belanja pegawai pada 2011 yang mencapai Rp180,6 triliun atau 2,65% dari produk domestik bruto (PDB). Selain untuk gaji dan tunjangan PNS, pemerintah juga menyiapkan anggaran honorarium dan uang lembur pegawai negara Rp28,1 triliun. Agus menjelaskan, kenaikan gaji PNS sebenarnya terjadi setiap tahun. Sejak 2005-2010, gaji PNS rata-rata naik 24,6% per tahun. Kurun waktu 2006-2007, kenaikan gaji PNS sebesar 15%. Pada 2008 tercatat 20%.Pada 2009, mencapai 10%,pada 2010 sebesar 5%,dan tahun ini kenaikan gaji serta tunjangan PNS naik 15%.
Pengamat ekonomi Umar Juoro mengatakan, kenaikan gaji PNS sempat menimbulkan pro dan kontra di tengah masyarakat, terutama dari kalangan yang menilai akan muncul ketimpangan sosial.”Kenaikan gaji harusnya diikuti oleh peningkatan kinerja pegawai dan pelayanan kerja pada masyarakat,’’ kata Umar. Mengenai kemungkinan pengaruhnya terhadap tekanan inflasi, kenaikan gaji PNS dinilai tak begitu memberikan dampak signifikan. ”Memang ada, tapi kecil sekali.Naik 15% itu hampir sama dengan tahuntahun sebelumnya jadi ini seperti kenaikan rutin,” ujar Direktur Jasa Keuangan dan Analisis Moneter Kementerian PPN/ Bappenas Sidqy Suyitno di Jakarta kemarin. Sementara itu, akibat kebijakan kenaikan gaji secara bertahap sejak 2007, pemerintah dihadapkan pada klaim PT Taspen (Persero).
Perusahaan yang bertanggung jawab pada penyaluran gaji pensiunan ini menyatakan harus berutang untuk membayar tunjangan hari tua (THT) PNS. Menteri Keuangan Agus Martowardojo mengatakan, klaim PT Taspen masih perlu diverifikasi ulang.Namun,pemerintah tetap akan bertanggung jawab atas pembayaran pensiunan ini sebagai konsekuensi kebijakan kenaikan gaji.
”Nilai Rp7,34 triliun itu merupakan estimasi sepihak dari PT Taspen. Kita perlu melakukan penilaian kembali. Soal ini sudah ada dalam LKPP 2009,” kata Agus
Sumber: seputar-indonesia.com
by admin | Mar 23, 2011 | Artikel, Berita
Kiriman Saptono, Dosen PS Seni Karawitan ISI Denpasar
1.Latar Belakang
Banyumas merupakan wilayah eks-Karesidenan, meliputi Kabupaten: Banjarnegara, Banyumas, Cilacap dan Purbalingga. Dalam ini tidak hanya meliputi kewilayahan yang bersifat geografis, ekonomi, sosial, historis, tetapi juga budaya yang masing-masing memiliki keterikatan satu dengan yang lainnya. Ikatan kesamaan itu memiliki konsekwensi bagi keselarasan dalam pembangunan yang satu dengan lainnya, saling mengikat, saling mendukung dan saling mengisi (Surono, 2002)
Masyarakat Banyumas juga cukup dikenal kalau logat bahasa (dialek) bicaranya ngapak-ngapak. Misalnya lumrahnya orang Jawa Tengahan (Solo, Jogja, Semarang, dan sekitarnya) berbicara ‘sopo’ baca ‘sopo’ padahal tulisannya ‘sapa’artinya ‘siapa’, dan anehnya masyarakat Banyumas sendiri tidak tahu persis apa itu artinya ngapak-ngapak. Intinya logat bahasa dan budaya masyarakat Banyumas apa adanya (blakblakan), membaca dalam kontek bahasa daerah (Jawa) sesuai dengan tulisannya. Misalnya berbicara ‘sapa’ baca ‘sapa’ karena tulisannya ‘sapa’ dan artinya ‘siapa’.
Budaya “Banyumasan” meliputi wilayah eks-Karesidenan Banyumas, sampai kabupaten Kebumen. Dengan demikian tidak mengherankan kalau dialek dan budayanya ada yang sama, karena secara historis daerah Gombong, Karanganyar, dan Kebumen pernah masuk wilayah Banyumas. Sedangkan akhiran kata “an” di belakang nama daerah (Banyumas) adalah untuk lebih mempersempit cirikhasnya seni tradisi daerahnya, di luar tembok keraton (kesenian rakyat?)
Banyumas juda daerah yang cukup kaya dengan ragam dan bentuk keseniannya, atau banyak kalangan seniman di Jawa sering menyebutnya dengan kesenian Banyumasan. Adapun jenis-jenis kesenian yang pernah maupun masih hidup di daerah ini, diantaranya: Angguk, Aplang, Baladewan, Begalan, Braen, Buncis, Dagelan, Dames, Daeng, Ebeg, Lengger, Calung, Gending Banyumasan (karawitan), Manongan, Pedalangan (wayang), Rengkong, Sintren, Ujungan, dan Jemblung (Soedjarwa Soedarma, dalam Saptono, 2004, p.21-30). Dari sekian jenis kesenian tersebut di atas, saat ini juga banyak jenis-jenis kesenian yang baru muncul dan cukud digandrungi oleh masyarakat pendukungnya. Namun demikian dalam ini penulis ingin membahas pada salah satu jenis kesenian yaitu Seni Jemblung.
Jemblung adalah salah satu bentuk kesenian tradisional dari daerah Banyumas yang biasanya dimainkan oleh empat orang pemain, dan pertunjukannya mengandalkan kemahiran bertutur. Istilah ‘Jemblung’ sampai saat ini tidak ada yang mengetahui secara pasti. Seni dan Budaya Banyumas (bagian 3) DISBUDPAR Banyumas, dalam SUARA MERDEKA bahwa kata ‘Jemblung’ merupakan jarwo dosok yang berarti jenjem-jenjeme wong gemblung (rasa tenteram yang dirasakan oleh orang gila). Pengertian ini diperkirakan bersumber dari tradisi pementasan Jemblung yang menempatkan pemain seperti layaknya orang gila. Sumber lain menyebutkan istilah ‘Jemblung’ berasal dari kata ‘gemblung’ yang artinya ‘gila’. Pengertian ini cukup bisa diterima, karena saat pertunjukan berlangsung sang dalang berakting seperti orang ‘gila’ (Petra Christian, dalam Genta Campus Magazine University Surabaya).
Pertunjukan Jemblung merupakan bentuk sosio drama yang mudah dicerna masyarakat luas. Pada prinsipnya pertunjukan ini dapat dipentaskan dimana saja disegala tempat, seperti di balai-balai rumah atau di panggung. Para pemain Jemblung yang hanya melibatkan 4 (empat) orang seniman, dalam pementasannya tanpa properti artistik, sangat dibutuhkan kemahiran dan kekompakannya didalam menghidupkan suasana pertunjukan. Dalam pertunjukannya, pemain jemblung duduk di kursi menghadap sebuah meja yang berisi hidangan yang sekaligus menjadi properti pementasan dan sebagai santapan mereka saat pertunjukan berlangsung. Semua hidangan ditaruh diatas tampah, kecuali wedang (minuman; kopi, teh, air putih) ditaruh diluar tampah . Hidangan tersebut antara lain: jajan pasar yaitu aneka kue yang biasa dijual di pasar tradisional, kemudian ada buah pendem seperti jenis ubi-ubian yang sudah dimasak, pisang, nasi gurih, dan minuman; wedang teh, kopi, dan wedang bening (air putih).
Marginalisasi Seni Jemblung di Banyumas selengkapnya
by admin | Mar 22, 2011 | Berita, pengumuman
Penggumuman Pengambilan Surat Undangan Diklat PMW 2011 : Klik disini
Jadwal Diklat PMW 2011 : Klik disini
PENGUMUMAN
Nomor : 703/I5.12.1/KM/2011
Tanggal : 16 Maret 2011
TENTANG
PENDIDIKAN PELATIHAN (DIKLAT) CALON PESERTA
PROGRAM MAHASISWA WIRAUSAHA
TAHUN 2011
Dengan hormat diumumkan kepada mahasiswa Institut Seni Indonesia Denpasar yang sudah mendaftar untuk mengikuti Diklat Program Mahasiswa Wirausaha (nama terlampir), bahwa kegiatan Pendidikan dan Pelatihan Program Mahasiswa Wirausaha akan diselenggarakan pada tanggal 24 – 25 Maret 2011, agar mengambil Surat Undangan dan Jadwal Diklat Program Mahasiswa Wirausaha (PMW) di Sub. Bagian Kemahasiswaan ISI Denpasar Gedung Rektorat Lantai I ISI Denpasar setiap Jam Kerja.
Demikian agar diperhatikan sebaik-baiknya.
a.n. Rektor
Pembantu Rektor III
ttd.
Drs. I Made Subrata,M.Si
NIP. 195202111980031002
Tembusan :
1. Rektor sebagai laporan
2. Para Dekan di lingkungan ISI Denpasar
3. Tim Pengelola PMW umtuk disosialisasikan
by admin | Mar 22, 2011 | Berita
Dharma Santi Nasional Senin malam (21/03) yang dihadiri Presiden SBY beserta Ibu Ani Yudoyono, Wakil Presiden, Mentri Kabinet Pembangunan II, para Duta Besar, para Pimpinan Lembaga Tinggi Negara, Tokoh- Tokoh Umat, dan umat sedharma yang seluruhnya berjumlah 4000 orang, dibuka dengan tari Selat Segara oleh ISI Denpasar. Dharma Santi dengan tema melalui Catur Berata penyepian kita wujudkan kehidupan yang harmonis, damai, dan sejahtera (Satwam, Siwam, Sundaram) ini dimeriahkan dengan pertunjukan oratorium berkisah tentang seorang putra Hastina bernama Sutasoma,yang memesona seluruh undangan.
Sutasoma menyejukkan amarah Purusadha. “Wahai Purusadha, kau berperang dengan dirimu sendiri. Kau tidak dapat mengalahkan orang yang berserah diri. Kebenaran sejati tak akan tunduk oleh kekerasan. Hidup ini adalah sebuah keindahan, kagumilah. Namun, hidup adalah sebuah jalan yang harus aku perjuangkan. Hidup adalah sebuah tantangan yang harus pula aku hadapi,” Gedung Mabes TNI Jakarta membahana dengan tepuk tangan hadirin, ketika narator I Kadek Suartaya didampingi Putu Putri Suastini melantunkan bait perdamaian tersebut.
“Saya mengajak umat hindu di seluruh Indonesia untuk meningkatkan pengendalian diri, keseimbangan jasmani dan rohani serta kebersihan jiwa, untuk hidup yang mulia.Kedamaian itu letaknya dalam hati kita masing-masing. Saya sangat bangga, flosopi Tri Hita Karana mengandung nilai universal yang diakui dunia. Umat hindu telah menjadi contoh hidup dalam keharmonisan,” papar Presiden SBY dalam sambutannya yang mendapat aplaus meriah umat.
Ketua panitia, Erlangga Mantik didampingi sekretaris umum I Wayan Koster mengatakan sangat bahagia dan bangga acara Dharma Shanty sukses dilaksanakan. Mulai tari penyambutan Selat Segara, pembacaan sloka kitab suci Wedha, Dharma Wacana, sambutan Presiden, hingga oratorium Purusadha Shanta, semuanya bertemakan perdamaian dan harmonisasi yang tentunya sangat relevan dengan tema Dharma Shanty. “Kami sangat berterima kasih kepada ISI Denpasar dengan tampilan Purusada Shanta yang telah membuat seluruh hadirin berdecak kagum,”ujarnya.
Pada akhir acara Ibu Hj. Ani Yudhoyono memberikan karangan bunga kepada Rektor ISI, dan Ibu Hj. Herawatie Boediono memberikan bunga kepada IGA Sri Widya Ningsih pemeran Dyah Candrawati permaisuri Sutasoma.”Puji syukur pada Tuhan, pementasan malam ini telah sukses,dan Presiden memuji pementasan serta tema oratorium. Terima kasih untuk panitia yang telah memberi kesempatan kepada ISI untuk tampil, dan juga untuk keindahan dan harmonisasi penabuh, penari, narrator, dalang, serta gerong yang telah bekerja keras untuk sukses pementasan malam ini,” ujar Prof Rai didampingi I Wayan Suweca, I Gede Arya Sugiartha, I Ketut Garwa serta artistic director I Nyoman Cerita.
Humas ISI Denpasar melaporkan.