Tracer Studi-ID
Institut Seni Indonesia Bali menjadi pusat unggulan (Centre of Exllence) seni budaya berbasis kearifan lokal berwawasan universal. Upaya mewujudkan dilakukan adalah mengahasilkan lulusan yang bermoral, kreatif, tangguh, unggul dan berjiwa wirausaha. Hal tersebut dilakukan dengan pelaksanaan Pelacakan Alumni (Tracer Study), untuk mendapatkan data yang valid dan sistematis terhadap pekerjaan alumni dan untuk menjawab tantangan dunia pasar kerja yang telah dihasilkan melalui input, proses output, dan outcome pendidikan. Berdasarkan uraian diatas, ISI BALI memandang perlu menetapkan program pelacakan alumni (tracer study) secara berkelanjutan sebagai pangkalan data alumnus yang dapat dijadikan landasan pengambilan kebijakan mutu di ISI BALI, dan membantu program Kementerian, dalam rangka memetakan dan menyelaraskan kebutuhan dunia kerja dengan kompetensi yang diperoleh di perguruan tinggi.
Tracer Study di Institut Seni Indonesia Bali didesain sensus untuk satu angkatan (single cohort), pelaksanaan pelacakan lulusan dilakukan secara rutin setiap tahun di masing-masing angkatan atau masing-masing cohort. Tracer Study dilaksanakan secara online dengan menggunakan googleform yang dibuat secara mandiri sesuai dengan Panduan Sistem Tracer Study Online DIKTI. Daftar subjek responden dalam Tracer Study diperoleh dari data base Institut Seni Indonesia Bali yang dikompilasi dengan kelengkapan data berupa identitas, alamat, nomor telepon dan alamat e-mail yang diperoleh dari pangkalan data PDDIKTI. Metode Pelacakan lulusan dilaksanakan melalui dua tahap, yaitu tahap pengumpulan data, tahap pengolahan serta analisis data.
Pelaksanaan Tracer Study berdasarkan Peraturan Rektor Institut Seni Indonesia Denpasar Nomor 23 Tahun 2022 untuk pemenuhan indikator kinerja utama perguruan tinggi dan pemenuhan akreditasi program studi dan institut dibutuhkan data pelacakan alumni (tracer study) terkait waktu tunggu, pekerjaan, wirausaha, pendapatan, kesesuain bidang kerja, dan/atau melanjutkan studi dari lulusan ISI BALI dalam 1 (satu) tahun terakhir dihitung sejak tanggal kelulusan dalam ijazah dengan metode partisipasi aktif dalam mengisi instrumen kuisioner sesuai kondisi faktual. Kegiatan ini dilakukan paling sedikit 2 (dua) kali dalam setahun yaitu pada minggu pertama bulan maret untuk kelulusan bulan Februari 1 (satu) tahun sebelumnya, dan minggu pertama bulan agustus untuk kelulusan bulan Juli 1 (satu) tahun sebelumnya.
Berdasarkan hasil data yang diperoleh dari tahun 2020 s.d tahun 2024 dapat dijabarkan sebagai berikut:
1. Responden
Responden meliputi seluruh lulusan dari Fakultas Seni Pertunjukan yaitu Program Studi Tari (S1), Program Studi Seni Karawitan (S1), Program Studi Seni Pedalangan (S1), Program Studi Pendidikan Seni Pertunjukan (S1), Program Studi Musik (S1); Lulusan dari Fakultas Seni Rupa dan Desain yaitu Program Studi Seni Murni (S1), Program Studi Kriya (S1), Program Studi Desain Interior (S1), Program Studi Desain Komunikasi Visual (S1), Program Studi Fotografi (S1), Program Studi Desain Mode (D4), dan Program Studi Produksi Film dan Televisi (D4); serta lulusan Program Pascasarjana yaitu Program Studi Seni Program Magister, Program Studi Desain Program Magister, Program Studi Pendidikan Seni Program Magister, dan Program Studi Seni Program Doktor.
Jumlah lulusan secara keseluruhan dari tahun 2020 sampai dengan tahun 2024 berjumlah 2.328 dengan total jumlah responden 1.918. Berdasarkan data tersebut maka rerata responden mencapai 82,2 % .
2. Status
Lulusan menjadi salah satu indikator utama untuk mengukur keberhasilan suatu program pendidikan dalam mempersiapkan lulusannya untuk transisi ke dunia kerja atau pendidikan yang lebih tinggi meliputi indikator bekerja, wiraswasta, dan melanjutkan studi. Berdasarkan data alumni lulusan tahun 2020 sampai dengan tahun 2024, Alumni bekerja sejumlah 1.250, Alumni berwiraswasta sejumlah 273, Alumni melanjutkan studi sejumlah 190, data tersebut menunjukan rerata alumni bekerja mencapai 65,1%, wiraswasta mencapai 14,2% dan melanjutkan studi mencapai 9,9%.
3. Masa Tunggu
Waktu yang dibutuhkan lulusan untuk mendapatkan pekerjaan pertama setelah lulus meliputi kurang dari 6 bulan mencapai 88,8%, 6 sampai dengan 18 bulan mencapai 11,1%, dan lebih dari 18 bulan mencapai 0,1%.
4. Kesesuaian Bidang Studi dengan Pekerjaan
Evaluasi yang dilakukan perguruan tinggi untuk mengukur sejauh mana lulusan bekerja dan berwiraswasta yang sesuai dengan ilmu yang dipelajari selama kuliah. Hasilnya menunjukkan rerata persentase lulusan yang memiliki tingkat kesesuaian sangat erat mencapai 47,0%, erat mencapai 21, 5%, cukup erat mencapai 17,3%.
5. Tingkat tempat kerja
Tingkat tempat kerja dalam tracer study dapat dikategorikan berdasarkan skala perusahaan yaitu lokal mencapai 51,7%, nasional mencapai 32,4%, multinasional/internasional mencapai 13,5% atau jenis institusi yaitu instansi pemerintah 11,6%, swasta 39,5%, dan wiraswasta 26,7%. Kategori-kategori ini digunakan untuk menganalisis penyerapan lulusan dan kualitas pendidikan di berbagai sektor.
6. Sebaran Provinsi
Sebaran provinsi dalam tracer study mengacu pada lokasi kerja para alumni, yang dapat menunjukkan tempat mereka mencari nafkah setelah lulus, berdasarkan data tracer alumni bekerja sebagaian besar di Provinsi Bali mencapai 85, 3%
