M

Tentang ISI Bali

Sejarah

Pengantar

Akreditasi

Visi dan Misi

Struktur Organisasi

SAKIP

JDIH

Penghargaan

PPID

Green Metric

Pendidikan

Fakultas Seni Pertunjukan (FSP)

Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD)

Pascasarjana

Program Internasional

Alumni

Formulir Mahasiswa

Penelitian

Penelitian, Penciptaan dan Diseminasi Seni dan Desain (P2SD)

Penelitian Disertasi (PDD)

Penelitian Kompetisi Nasional

Penelitian Kerja Sama

Pengabdian

Bali Citta Swabudaya (BCS)

Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM)

Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Pusat

Museum Manusa Yadnya Badung,Pelestarian Kesenian Bali

Dec 29, 2015 | Artikel

Kiriman : Yulia Ardiani (Staff UPT. Puskom ISI Denpasar)

ABSTRAK

Hari Raya nyepi diperingati satu tahun sekali sebagai pergantian tahun masehi bali, perayaan nyepi erat kaitannya dengan perayaan ngerupuk. Saat hari raya ngerupuk masyarakat bali membuat suatu perwujudan patung yang lebih dikenal dengan nama ogoh ogoh yang berguna untuk menetralisir aura atau energi negatif di sekitar lingkungan tempat tinggal. Ogoh – ogoh memiliki rupa atau bentuk yang unik, dimana setiap pengerjaannya membutuhkan tangan tangan yang ahli. Ukir – ukiran yang terbentuk memberikan nilai yang cukup tinggi di mata penikmat seni. Tapi ogoh – ogoh ini pun hanya bisa dijumpai satu tahun sekali seiring dengan adanya perayaan ngerupuk , tetapi kini di daerah badung telah dibuatkan sebuah museum yang memiliki guna untuk menyimpan kesenian ogoh – ogoh tersebut agar dapat dinikmati oleh pecinta seni yang bernama museum manusa yadnya.

Kata Kunci : Museum, Ogoh – ogoh, Seni, Hari Raya, Ngrupuk

Selengkapnya dapat unduh disini

Categories

Berita Terkini

Loading...