M

Tentang ISI Bali

Sejarah

Pengantar

Akreditasi

Visi dan Misi

Struktur Organisasi

SAKIP

JDIH

Penghargaan

PPID

Green Metric

Pendidikan

Fakultas Seni Pertunjukan (FSP)

Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD)

Pascasarjana

Program Internasional

Alumni

Formulir Mahasiswa

Penelitian

Penelitian, Penciptaan dan Diseminasi Seni dan Desain (P2SD)

Penelitian Disertasi (PDD)

Penelitian Kompetisi Nasional

Penelitian Kerja Sama

Pengabdian

Bali Citta Swabudaya (BCS)

Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM)

Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Pusat

DAMPAK SOSIAL

PENDIDIKAN INKLUSIF

Pengumpulan Data

Data dalam laporan ini diperoleh melalui Tracer Study Tahun 2025 yang dilaksanakan secara daring melalui penyebaran google form dan luring melalui agenda temu alumi. Survei ditujukan kepada seluruh lulusan tahun 2024 untuk memperoleh informasi mengenai kondisi lulusan setelah menyelesaikan pendidikan.

Responden diminta mengisi informasi mengenai status setelah lulus, meliputi:

  • bekerja;
  • berwirausaha;
  • melanjutkan studi; atau
  • tidak bekerja

Selanjutnya dilakukan identifikasi terhadap lulusan yang termasuk dalam kategori mahasiswa afirmasi, yaitu mahasiswa penerima:

  • UKT Kelompok 1;
  • UKT Kelompok 2; dan
  • KIP Kuliah

Hasil Pengukuran

Berdasarkan data tracer study diperoleh informasi sebagai berikut.

Tabel tracer study

Fakultas Program Studi Jumlah Lulusan Afirmasi Lulusan afirmasi yang bekerja/ berwirausaha/ melanjutkan studi Persentase
Fakultas Seni Pertunjukan Tari 23 20 87%
Seni Pedalangan 4 4 100%
Seni Karawitan 36 22 61%
Pendidikan Seni Pertunjukan 26 21 81%
Musik 13 8 62%
Fakultas Seni Rupa dan Desain Seni Murni 11 9 82%
Kriya 11 10 91%
Desain Interior 8 8 100%
Desain Komunikasi Visual 16 15 94%
Fotografi 11 11 100%
Desain Mode 18 18 100%
Produksi Film dan Televisi 8 8 100%
TOTAL 185 154 83%

Dari hasil Tracer Study yang telah dilaksanan pada Tahun 2025, diperoleh data jumlah Lulusan Afirmasi yaitu sebanyak 185 (seratus delapan puluh lima) Lulusan dengan sebanyak 154 (seratus lima puluh empat) Lulusan Afirmasi telah bekerja/berwirausaha/melanjutkan studi. Untuk sebaran Lulusan Afirmasi pada masing-masing Program Studi dan persentase perbandingan Lulusan Afirmasi dengan Lulusan Afirmasi yang telah bekerja/berwirausaha/ melanjutkan studi dapat dilihat pada diagram berikut.

Analisis Dampak Sosial

Hasil tracer study yang menunjukkan bahwa sebanyak 154 (seratus lima puluh empat) Lulusan Afirmasi telah berhasil memperoleh pekerjaan, berwirausaha, ataupun melanjutkan studi dari 340 (tiga ratus empat puluh) total keseluruhan Lulusan yang bekerja/berwirausaha/ melanjutkan studi telah menyumbang angkatan kerja di Bali yang tercatat sebanyak 2,74 juta orang berdasarkan data Keadaan Ketenagakerjaan Provinsi Bali pada Berita Resmi Statistik No. 66/11/51/Th.XIX, yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali pada tanggal 5 November 2025. Lulusan ISI BALI secara signifikan telah ikut meningkatkan pertumbuhan ekonomi khususnya di Provinsi Bali melalui sektor keterserapan tenaga kerja dari lulusan pendidikan tinggi (Sarjana/Sarjana Terapan). Dengan terserapnya Lulusan ISI BALI juga berpengaruh pada penurunan Tingkat Pengangguran Terbuka sampai bulan Agustus 2025.

Temuan tersebut juga menegaskan bahwa kebijakan pemberian bantuan pendidikan melalui UKT rendah, KIP Kuliah, maupun berbagai program beasiswa tidak hanya meningkatkan akses pendidikan tinggi bagi mahasiswa dari keluarga kurang mampu, tetapi juga menghasilkan dampak sosial yang nyata berupa meningkatnya peluang kerja, keberlanjutan studi, dan kemampuan lulusan untuk berkontribusi dalam pembangunan masyarakat. Keberhasilan tersebut menjadi indikator bahwa program afirmasi telah mampu mengurangi hambatan ekonomi selama proses pendidikan sehingga mahasiswa dapat menyelesaikan studi tepat waktu dan memiliki daya saing yang baik setelah lulus.

Selain berpengaruh pada peningkatan kesejahteraan individu lulusan, keberhasilan ini juga memberikan dampak sosial yang lebih luas berupa meningkatnya mobilitas sosial, berkurangnya kesenjangan akses terhadap pendidikan tinggi, serta meningkatnya kesempatan masyarakat untuk memperoleh pendidikan yang berkualitas tanpa terkendala kondisi ekonomi.

Kebijakan Publik Kelompok Afirmasi Melalui Program Beasiswa di Perguruan Tinggi

ISI BALI merupakan Perguruan Tinggi Negeri (PTN) yang berstatus Satuan Kerja (Satker) di bawah Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi. Sebagai PTN Satker, pengelolaan keuangan ISI Bali sepenuhnya mengikuti mekanisme Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. Konsekuensinya, ISI BALI tidak memiliki keleluasaan untuk membentuk atau mengalokasikan dana beasiswa yang bersumber dari pendapatan institusi secara mandiri sebagaimana dimungkinkan pada perguruan tinggi dengan skema pengelolaan keuangan yang berbeda. Bantuan pendidikan yang diberikan kepada mahasiswa pada PTN Satker pada prinsipnya berasal dari program pemerintah pusat maupun sumber pendanaan lain yang telah memiliki dasar hukum dan mekanisme kerja sama yang sah.

Komitmen ISI Bali dalam memperluas akses pendidikan tinggi bagi masyarakat kurang mampu tetap diwujudkan melalui kebijakan penurunan Uang Kuliah Tunggal (UKT) dan penguatan kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan.

1. Penurunan UKT

Bahwa berdasarka ketentuan Peraturan Rektor Nomor 12 Tahun 2024 tentang Besaran Tarif dan Tata Cara Penetapan Kelompok Uang Kuliah Tunggal dan Iuran Pengembangan Institusi bagi Mahasiswa Program Sarjana dan Sarjana Terapan di Lingkungan Institut Seni Indonesia Denpasar, ISI BALI memiliki kebijakan penurunan UKT untuk Mahasiswa yang mengajukan penurunan akibat mengalami masalah ekonomi dan penurunan pendapatan keluarga. UKT merupakan salah satu bentuk komitmen lembaga dalam memberikan bantuan kepada mahasiswa yang mengalami perubahan kondisi ekonomi selama masa studi. Kebijakan ini ditujukan untuk memastikan mahasiswa tetap dapat melanjutkan pendidikan tanpa terkendala oleh penurunan kemampuan finansial keluarga.

Setiap permohonan penurunan UKT melalui proses verifikasi dan analisis secara cermat oleh tim verifikasi data. Verifikasi dilakukan dengan menelaah kelengkapan dokumen pendukung, memastikan kesesuaian data yang disampaikan, serta menilai kondisi ekonomi mahasiswa secara objektif sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Melalui proses tersebut, keputusan penurunan UKT diharapkan tepat sasaran sehingga bantuan dapat diberikan kepada mahasiswa yang benar-benar membutuhkan.

Pelaksanaan program penurunan UKT ini mencerminkan komitmen lembaga dalam mewujudkan akses pendidikan tinggi yang lebih inklusif, berkeadilan, dan responsif terhadap perubahan kondisi sosial ekonomi mahasiswa, sehingga mereka dapat tetap fokus menyelesaikan studinya.

2. Penguatan Kerja Sama Program Satu Keluarga Satu Sarjana

ISI Bali melakukan penguatan kerja sama dengan Pemerintah Provinsi Bali dalam penyelenggaraan Program Satu Keluarga Satu Sarjana, yaitu program bantuan pendidikan yang bertujuan meningkatkan kesempatan masyarakat dari keluarga kurang mampu untuk menempuh pendidikan tinggi sekaligus mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia di Provinsi Bali. Program ini menekankan sinergi antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi dalam mendukung pembiayaan pendidikan bagi mahasiswa yang memenuhi persyaratan.

Pada tahun 2025 sebanyak 16 mahasiswa mendapatkan bantuan beasiswa Program Satu Keluarga Satu Sarjana. Bantuan pendidikan melalui kerja sama ini memberikan dampak sosial yang signifikan. Bantuan biaya pendidikan mampu mengurangi hambatan ekonomi yang selama ini menjadi salah satu penyebab keterlambatan studi. Dengan berkurangnya beban finansial, mahasiswa dapat lebih memusatkan perhatian pada proses pembelajaran, meningkatkan prestasi akademik, serta mengembangkan kompetensi melalui berbagai kegiatan kemahasiswaan, penelitian, maupun pengabdian kepada masyarakat.

Kerja sama antara ISI BALI dan Pemerintah Provinsi Bali menunjukkan bahwa keterbatasan kewenangan pengelolaan dana pada PTN Satker tidak menjadi penghalang dalam memberikan dukungan kepada mahasiswa afirmasi. Melalui sinergi lintas sektor, perguruan tinggi tetap dapat menjalankan fungsi sosialnya dalam memperluas akses pendidikan, meningkatkan angka partisipasi pendidikan tinggi, serta mendukung kebijakan pembangunan sumber daya manusia daerah. Secara keseluruhan, dampak sosial dari bantuan pendidikan melalui Program Satu Keluarga Satu Sarjana tidak hanya tercermin pada meningkatnya akses mahasiswa dari keluarga kurang mampu untuk menyelesaikan pendidikan tinggi, tetapi juga pada terbentuknya peluang peningkatan kualitas hidup, pengurangan kesenjangan pendidikan, serta penguatan peran perguruan tinggi sebagai mitra strategis pemerintah daerah dalam mewujudkan pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.

Penelitian Dan Inovasi

ISI Bali menghasilkan enam karya monumental yang dimanfaatkan kelompok rentan, yakni kelompok perempuan dan kelompok disabilitas netra, dari total sembilan karya monumental yang dihasilkan melalui penelitian penciptaan. Terhitung capaian karya monumental yang dimanfaatkan kelomppok rentan pada tahun 2025, yakni sebesar 78%.

Pengabdian Dan Pengembangan Masyarakat

1. Jumlah Produk

Pengabdian dan Pengembangan Masyarakat yang dilakukan sivitas akademika ISI Bali tahun 2025 menghasilkan sebanyak enam produk inovasi yang telah digunakan oleh IKM dan UKM di Bali. Pemanfaat produk dimaksud didukung dokumentasi penggunaan, baik berupa foto, SK Penetapan, dan Berita Acara Serah Terima (BAST).

2. Total Dana

Total nilai dana Pengabdian dan Pengembangan Masyarakat yang diselenggarakan ISI Bali pada tahun 2025, yakni sebesar Rp665.974.000,- (enam ratus enam puluh lima juta sembilan ratus tujuh puluh empat ribu rupiah). Nilai dana dimaksud merupakan penjumlahan dari dana pengabdian dan pengembangan masyarakat dengan produk yang dimanfaatkan IKM dan UKM sebesar Rp195.615.000,- (seratus sembilan lima juta enam ratus lima belas ribu rupiah) dengan jumlah nilai dana yang digunakan dalam Program Desa Binaan sebesar Rp470.359.000,- (empat ratus tujuh puluh juta tiga ratus lima puluh sembilan ribu rupiah).

3. Desa Binaan Aktif

Desa binaan yang menjadi mitra pendampingan, pemberdayaan, dan pengembangan masyarakat ISI Bali tahun 2025 sebanyak empat Desa, menyebar di tiga Kabupaten, yaitu Badung, Kota Denpasar, dan Buleleng. Kemitraan Desa didukung dokumen MoU dan SK Penetapan.

Kebijakan Publik

Jumlah instansi publik yang menerima pendampingan dari ISI Bali dalam rangka peningkatan tata kelola, pelayanan, kapasista kelembagaan, dan pelaksanaan program yang relevan pada tahun 2025 sebanyak 50 instansi publik. Mayoritas instansi publik dimaksud, merupakan satuan pendidikan, berikut Pemerintahan Daerah, Kementerian, dan Kedutaan Besar.

Loading...