M

Tentang ISI Bali

Sejarah

Pengantar

Akreditasi

Visi dan Misi

Struktur Organisasi

SAKIP

JDIH

Penghargaan

PPID

Green Metric

Pendidikan

Fakultas Seni Pertunjukan (FSP)

Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD)

Pascasarjana

Program Internasional

Alumni

Formulir Mahasiswa

Penelitian

Penelitian, Penciptaan dan Diseminasi Seni dan Desain (P2SD)

Penelitian Disertasi (PDD)

Penelitian Kompetisi Nasional

Penelitian Kerja Sama

Pengabdian

Bali Citta Swabudaya (BCS)

Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM)

Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Pusat

Fenomena Sensor Dan Perspektifnya

Sep 15, 2016 | Artikel

Kiriman : I Nyoman Payuyasa (Dosen Prodi Film dan Televisi FSRD ISI Denpasar)

Abstrak

Media televisi dewasa ini memiliki sifat yang demokratis dengan kebebasan berekspresi, memerlukan semacam penata atau pengatur kode etik, baik itu secara konten ataupun kemasan. Media televisi memiliki tanggung jawab yang tidak hanya sebatas menyuguhkan tayangan hiburan semata, tetapi juga harus memperhatikan konten yang edukatif. Beranekaragam pendapat bermunculan dari publik yang merasa resah dengan fenomena sensor yang dianggap kebablasan. Sensor yang dilakukan ini memang berdasarkan acuan pengaburan. Stasiun televisi dilarang menampilkan tayangan dengan menunjukkan bagian tubuh tertentu yang dinilai terlalu dewasa untuk disiarkan. KPI sebagai lembaga induk yang mengatur sepenuhnya terkait rambu-rambu tayangan acara televisi, perlu melakukan kajian ulang terhadap materi-materi yang wajib disensor. Hal-hal berkaitan dengan penyamaan interpretasi, kebijakan jam tayang, dan mengkritisi konten dan gambar acara secara utuh, rasanya perlu dilakukan sebagai bentuk tindak lanjut atas keluhan yang diutarakan masyarakat.

Kata Kunci : Televisi, Sensor, KPI

Selengkapnya dapat unduh disini

Categories

Berita Terkini

Loading...