by admin | Jan 22, 2011 | Berita
Denpasar – Jurnal Mudra dalam berbahasa Inggis garapan Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar merupakan satu-satunya jurnal berbahasa asing diterbitkan oleh lembaga pendidikan tinggi seni di Indonesia yang telah terakreditasi Kementerian Pendidikan Nasional.
“Jurnal berbahasa asing yang pertama di antara lembaga pendidikan tinggi seni itu dari segi mutu dan penampilan masih terus disempurnakan,” kata Rektor ISI Denpasar Prof Dr I Wayan Rai.S.MA di Denpasar, Jumat.
Ia mengatakan, tulisan-tulisan ilmiah mengenai seni dan budaya yang dimuat dalam Mudra tersebut merupakan hasil kajian, penelitian dan pemikiran dari para dosen di lingkungan ISI Denpasar maupun sumbangan naskah dari sejumlah lembaga pendidikan tinggi seni di Tanah Air.
Mudra, jurnal berbahasa Inggeris yang diterbitkan dua kali dalam setahun, disamping jurnal berbahasa Indonesia oleh berbagai kalangan dinilai cukup bagus yang mampu memberikan gambaran tentang seni budaya Bali kepada masyarakat dunia.
Ke depan jurnal tersebut tidak hanya menyangkut seni budaya Bali dan Nusantara, namun juga perkembangan seni dan musik dari berbagai negara di belahan dunia.
Untuk itu perlu dukungan dan kerja sama dengan lembaga pendidikan seni di mancanegara dan hal itu telah dilakukan ISI dengan merintis jalinan kerja sama, tutur Prof Rai.
Prof Dr Thomas Whitman, salah seorang dosen dari Dept. of Music and Dance Swarthmore College Amerika Serikat yang pernah belajar memainkan instrumen gamelan tradisional Bali di ISI Denpasar menyambut baik tawaran untuk ikut mengisi jurnal Mudra.
Pihaknya siap menyumbangkan tulisan-tulisan tentang perkembangan gamelan Bali di Amerika Serikat maupun perkembangan seni musik dunia.
Selain Prof Dr Thomas Whitman menurut Prof Rai sejumlah guru besar dari perguruan tinggi seni di Jepang, Australia, dan Thailand juga memberikan harapan dan dukungan yang sama dalam meningkatkan mutu dan penampilan jurnal Mudra dalam bahasa Inggris tersebut, ujar Prof Rai. (ANT/K004).
Sumber: http://antaranews.com
by admin | Jan 21, 2011 | Berita, pengumuman
Unduh pengumuman Kuisioner Beasiswa PPA dan BBM 2010 Klik di sini
Daftar Penerima Beasiswa PPA dan BBM 2010 yang Mengisi Kuisioner Klik disini
PENGUMUMAN
Nomor : 292/I5.12.1/KM/2011
TENTANG
PENGISIAN KUISIONER MONITORING
PENERIMAAN BEASISWA PPA DAN BBM
TAHUN 2010
Diumumkan kepada mahasiswa ISI Denpasar penerima beasiswa PPA dan BBM tahun 2010 (nama-nama terlampir), untuk segera mengisi kuisener secara online di internet dengan mengaksesnya pada alamat http://simb3pm.dikti.go.id/mahasiswa/, sehingga muncul tampilan seperti pada Gambar di bawah :

Untuk mulai melakukan pengisian mahasiswa dapat memasukkan Nomor Induk Mahasiswa (NIM) dan kode ISI Denpasar yaitu 002007 pada kolom yang disediakan, kemudian tekan tombol Masuk untuk mulai mengisi Kuisioner, dan setelah mengisi pertanyaan-tanyaan kuisionernya tekan tombol Simpan, dan di cetak/print untuk dikumpulkan ke Sub Bagian Kemahasiswaan ISI Denpasar paling lambat tanggal 28 Januari 2011
Demikian untuk segera di tindaklanjuti
Denpasar, 20 Januari 2011 a.n. Rektor
Pembantu Rektor III
ttd
Drs. I Made Subrata, M.Si. NIP. 195202111980031002
by admin | Jan 21, 2011 | Berita, pengumuman
Unduh Pengumuman dan Persyaratan klik di sini
Unduh Formulir Beasiswa Klik di sini
PENGUMUMAN
Nomor : 291/I5.12.1/KM/2011
TENTANG
PENERIMAAN BEASISWA PPA, BBM
TAHUN AKADEMIK 2011
Diumumkan kepada Mahasiswa ISI Denpasar, bahwa pada tahun akademik 2011 ISI Denpasar mendapatkan alokasi beasiswa yang terdiri dari :
- Beasiswa Peningkatan Prestasi Akademik (PPA) sebanyak 85 mahasiswa.
- Beasiswa Bantuan Belajar Mahasiswa (BBM) sebanyak 105 mahasiswa.
Untuk kuota masing-masing fakultas akan diumumkan lebih lanjut.
Adapun persyaratan untuk mendapatkan beasiswa PPA dan BBM tahun 2011 Terlampir.
Demikian untuk diperhatikan.
Denpasar, 20 Januari 2011
a.n. Rektor
Pembantu Rektor III
ttd.
Drs. I Made Subrata, M.Si.
NIP. 195202111980031002
Tembusan :
1. Rektor Institut Seni Indonesia Denpasar sebagai laporan
2. Dekan Fakultas Seni Pertunjukan untuk diketahui
3. Dekan Fakultas Seni Rupa dan Desain untuk diketahui
by admin | Jan 21, 2011 | Berita
Jakarta — Tiga manuskrip kuno Indonesia diusulkan sebagai Memori Dunia atau Memory of The World. Peninggalan tertulis masa lalu yang telah masuk nominasi UNESCO tahun ini yaitu Babad Dipanagara atau Autobiographical Chronicle of Prince Dipanagara (1785-1855), La Galigo, dan Mak Yong Documentation.
Menteri Pendidikan Nasional Mohammad Nuh menyampaikan, Indonesia memiliki warisan-warisan baik yang bersifat benda maupun nonbenda. Salah satu tugas UNESCO, kata Mendiknas, adalah mengenali warisan-warisan budaya tersebut. “Kami bersama-sama dengan kementerian terkait mempunyai tanggung jawab untuk mengenalkan warisan-warisan budaya kita supaya mendapatkan pengakuan dari lembaga internasional,” katanya usai menerima sertifikat angklung sebagai Warisan Budaya Nonbenda dari UNESCO, yang diberikan oleh Mantan Duta Besar RI untuk UNESCO Tresna Dermawan Kunaefi di Kemdiknas, Jakarta, Rabu (19/1).
Hadir pada acara Menteri Lingkungan Hidup Gusti Muhammad Hatta, Menteri Kesehatan Endang Rahayu Sedyaningsih, Menteri Komunikasi dan Informatika Tifatul Sembiring, Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan, dan Menristek Suharna Surapranata.
Mendiknas selaku Ketua Komisi Nasional Indonesia untuk UNESCO menyampaikan, Babad Dipanagara diusulkan sebagai Memori Dunia bukan sekadar mengisahkan Diponegoro sebagai seorang pangeran atau pejuang. Tapi, pengusulan juga atas filosofi-filosofi kehidupan dan pemerintahan yang dituangkan dalam naskah tersebut. “Ini salah satu yang ingin kami usulkan,” ujarnya.
Adapun manuskrip La Galigo mengisahkan epik mitos penciptaan dari peradaban Bugis, Sulawesi Selatan yang ditulis antara abad ke-13 dan ke-15 dalam bentuk puisi Bahasa Bugis kuno. Naskah ini ditulis dalam huruf Lontara kuno Bugis. Puisi ini terdiri dalam sajak bersuku lima. Selain menceritakan kisah asal-usul manusia, juga berfungsi sebagai almanak praktis sehari-hari. Manuskrip ini juga tersebar di Leiden (Belanda), London dan Manchester (Inggris), Berlin (Jerman), dan Washington DC (Amerika Serikat).
Sementara Mak Yong Documentation adalah manuskrip yang ditulis awal abad 20an saat teater Melayu Mak Yong untuk pertama kali datang ke Indonesia. Naskah ini berisi narasi lengkap penampilan teatrikal Mak Yong. Asal-muasal Mak Yong adalah dari Melayu yang sekarang dikenal dengan Nara Yala, Thailand Selatan. Mak Yong adalah kombinasi unik tarian, musik, nyanyian, komedi splapstik, dan teater. Slapstik adalah kelucuan-kelucuan yang diciptakan dari gerakan-gerakan yang mengundang tawa. Seperti adegan kepleset kulit pisang, jatuh dari tangga, terbentur kaca dan hal-hal lain yang berhubungan dengan fisik.
Dalam kesempatan itu, Tresna Dermawan menyampaikan, pengakuan UNESCO atas angklung sebagai warisan dunia bukan karena keunikan bentuk alat musik ini, tetapi filosofi dibaliknya. Angklung, kata dia, membentuk karakter manusia yang baik. “Angklung tidak pernah bisa dimainkan secara indah kalau sendiri, tetapi harus bersama,” katanya. Dia menambahkan, syarat mendapatkan pengakuan UNESCO adalah upaya pelestarian angklung sebagai bagian dari budaya. (agung)
Sumber: http://www.kemdiknas.go.id
by admin | Jan 20, 2011 | Berita

Jakarta,–Pemerintah tidak melarang perguruan tinggi negeri (PTN) mengadakan jalur seleksi mandiri untuk penerimaan calon mahasiswa baru. Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 66/2010 pemerintah menentukan 60 persen kuota mahasiswa baru PTN dilakukan melalui jalur Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMTPN).
“Kemdiknas tidak menetapkan 100 persen mahasiswa diterima melalui jalur SNMPTN. Kementerian sadar perguruan tinggi harus diberikan keleluasaan dalam menerima mahasiswanya menggunakan prinsip-prinsip yang ditetapkan oleh perguruan tinggi tersebut,” kata Mendiknas usai menerima serfitikat Angklung Indonesia sebagai Warisan Budaya Nonbenda dari UNESCO, yang diberikan oleh Mantan Duta Besar RI untuk UNESCO Tresna Dermawan Kunaefi di Kemdiknas, Jakarta, Rabu (19/1/2011).
Mendiknas mengatakan, perguruan tinggi dapat menseleksi calon mahasiswa yang memiliki potensi di bidang olah raga, berasal dari daerah-daerah terpencil, atau anak-anak nelayan. “Maka (perguruan tinggi) harus diberikan keleluasan untuk menerimanya secara khusus,” katanya.
Pada kesempatan ini, Mendiknas sekaligus memberikan apresiasi kepada Institut Teknologi Bandung (ITB) dan Universitas Gajah Mada (UGM) yang telah memutuskan untuk menerima mahasiswa baru sepenuhnya melalui Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN).“Yang sudah mengambil 60 persen kami berterima kasih. Apalagi yang mengambil lebih dari itu kami lebih sangat berterima kasih,” katanya.
Pada sisi lain Mendiknas menyampaikan, pemerintah saat ini sedang menyiapkan struktur pembiayaan (cost structure) baru bagi PTN untuk tahun anggaran 2012. Selama ini, kata Mendiknas, sumber pembiayaan PTN sebagian besar berasal dari mahasiswa yaitu SPP dan sumbangan. Di samping itu, juga dari pemerintah dan masyarakat melalui kerja sama dengan lembaga penelitian dan industri. “Dalam struktur baru nanti sumber pembiayaan perguruan tinggi akan lebih difokuskan pada usaha pemerintah untuk mendorong adanya kerja sama antarperguruan tinggi dengan masyarakat dan industri,” katanya.
Sumber: http://dikti.kemdiknas.go.id
by admin | Jan 20, 2011 | Artikel, Berita
Kiriman Arya Pageh Wibawa, Dosen PS Desain Komunikasi Visual
Pengantar
Televisi adalah salah satu bentuk mass media yang mempunyai pengaruh sangat besar dalam membentuk konstruksi realitas. Hampir sebagian besar waktu luang manusia dihabiskan di depan pesawat televisi. Sehingga dapat dikatakan bahwa televisi adalah salah satu bentuk dari budaya popular manusia. Menurut survey yang dilakukan (Allen, 1992) disebutkan bahwa khalayak di Inggris, misalnya, menghabiskan rata-rata lebih dari sepertiga jam terjaganya untuk menonton televisi. Di Amerika, rata-rata jam yang dihabiskan untuk menonton sekitar dua kalinya. Orang Amerika “rata-rata” akan menghabiskan lebih dari tujuh tahun menonton televisi (Kubey and Csikszent-Mihalyi, 1990). Bila dibandingkan dengan media-media lain, televisi bersifat istimewa karena kesediaannya yang lengkap. Dan ada sesuatu yang juga lebih spesial perihal program televisi ini, yang secara langsung terkait dengan representasi suatu kelompok sosial (Burton, 2000).
Program-program yang ditayangkan televisi cukup beragam. Mulai dari iklan sampai opera sabun. khayalak pemirsa tidak serta merta dapat langsung menterjemahkan program-program yang ditayangkan televisi. Seperti yang diungkapkan oleh Hall (dalam John Storey, 1996)
“kesalahanpahaman yang bersifat secara harfiah pastilah ada. Penonton tidak mengetahui istilah-istilah yang digunakan, tidak bisa mengikuti logika argumen atau penjelasan yang kompleks, tidak akrab dengan bahasa tertentu, menemukan konsep-konsep yang terlalu asing atau sulit atau dikelabui dengan narasi yang berbelit-belit. Namun, lebih sering para broadcaster risau bahwa khalayak gagal mengambil makna seperti yang mereka maksudkan. Apa yang sesungguhnya ingin mereka katakana adalah bahwa para pemirsa tidak beroperasi dalam kode yang ‘dominan’ atau yang lebih disukai”.
Pemahaman yang terjadi merupakan sebuah titik temu antara program dengan sekumpulan persepsi yang ada serta penilaian yang telah ada sebelumnya dalam benak pemirsa.
Setiap representasi yang dihadirkan lewat program-program televisi, merupakan bagian kompleks dari representasi lainnya. Misalnya representasi tentang kelelakian bisa juga merupakan bagian dari misalnya “suami” atau bisa juga berarti bahwa dalam program tertentu, merupakan sebuah gambaran tentang gender atau pekerjaan. Menurut Fairlough (1995), representasi dalam teks media boleh dikata berfungsi secara ideologis sepanjang representasi itu membantu mereproduksi hubungan sosial berkenaan dengan dominasi dan eksploitasi. Menurut pandangan marxis (Burton, 1999) berargumen bahwa media secara umum merepresentasikan pandangan konservatif tentang isu-isu sosial, dan merepresentasikan pelbagai nilai dan kepentingan orang-orang yang memiliki kekuasaan dalam masyarakat, yang biasanya menolak pandangan orang-orang yang tidak memiliki kekuasaan (p.85). Menurut teori feminis, perspektif feminis tentang media dan masyarakat tertarik kepada bagaimana media dan masyarakat tertarik kepada bagaimana media mengonstruksi pandangan-pandangan tentang perempuan. Mereka tertarik pada pelbagai implikasi bagi sosialisasi melalui gender (p.87). Teori postmodernisme lebih tertarik kepada pelbagai kesenangan dalam teks daripada efek-efeknya yang mungkin terhadap masyarakat (p.89). Menurut Burton (2000), representasi dapat dipahami tatkala berfungsi secara ideologis dalam memproduksi relasi sosial yang berbentuk dominasi dan eksploitasi. Dalam pandangan Burton ada beberapa hal yang perlu dimengerti berkaitan dengan representasi sehingga relasi sosial yang berwujud dominasi dan eksploitasi ini terbentuk, yaitu stereotip, identitas, perbedaan, pengalamiahan dan yang tidak bisa dilupakan pula adalah ideologi.
Proses melihat gambar televisi yang tersusun atas representasi-representasi adalah proses yang kompleks. Melihat bukan sekadar aktifitas visual. Tindakan melihat hanya merupakan bagian dari persepsi, yang dalam prosesnya harus memahami apa yang dilihat. Ada persoalan pengalaman budaya yang dihubungkan dengan penglihatan atau pencerapan ini. Menurut Burton (2000), melihat citra/gambar dalam televisi terbagi menjadi dua yaitu melihat sebagai sudut pandang kritis dan melihat sebagai posisioning spasial atau temporal. Melihat dengan sudut pandang kritis adalah menggunakan frasa berdasarkan posisi pemirsa namun terutama berdasarkan konotasi kritisnya. Stuart Hall (1977) menggambarkan tiga “sudut pandang” untuk melihat dengan sudut pandang kritis ini yaitu :
Televisi sebagai Konstruksi Realitas, Bagian I, Selengkapnya