by admin | Feb 2, 2011 | Berita
Fakultas Seni Pertunjukan (FSP) dan Fakultas Seni Rupa dan Design (FSRD) ISI Denpasar masing-masing dibawah komando I Ketut Garwa, S.Sn.,M.Sn., dan Dra. Ni Made Rinu, M.Si. semakin melaju untuk meraih cita-cita untuk go international. Di sela-sela pelaksanaan kegiatan Tri Darma, kedua Dekan ini sangat bangga menerima dua mahasiswa ISI Denpasar, yaitu I Wayan Diana Putra dari Jurusan Karawitan FSP, serta I Wayan Eka Laksana Satiaguna dari Jurusan Desain Interior FSRD yang baru saja menyelesaikan tugas belajar selama enam bulan dalam program ‘Student Mobility MIT Program (Malaysia-Indonesia-Thailand)” di Thammasat University Thailand. Kedua mahasiswa mahir berbahasa Inggris ini tampak sangat bangga dan bahagia saat menceritakan pengalaman mereka.
“Kami tinggal di Amarin Mansion bersama mahasiswa dari berbagai negara yang juga belajar di Thammasat University, dan persahabatan kami menjadi sarana memperdalam Bahasa Inggris dan Bahasa Thai.”ujar Diana bangga. “Kami juga terkabung dalam Perhimpunan Mahasiswa Indonesia Thailand (Permitha) yang terpusat di Athen Apartement dekat lokasi Kedutaan Besar RI di Bangkok. Selama bergabung dengan “Permitha” kami pernah mengikuti Seminar Internasional di Eastin Makasan Hotel Bangkok dengan tema “The Role of Indonsian Student on Scientific Development” kerja sama antara Atase Pendidikan RI untuk Kerajaan Thailand dengan Permitha,”Eka menambahkan.
Dihubungi terpisah, Rektor ISI, Prof. Dr. I Wayan Rai S., M.A. memberi apresiasi dan penghargaan kepada kedua mahasiswa tersebut.”Kami sangat berterima kasih kepada Direktur Akademik Dirjen Dikti serta SEAMEO RIHED, yang telah memberi kesempatan dan motivasi kepada ISI Denpasar untuk mengikuti program MIT ini, sehingga dua mahasiswa ISI Denpasar mendapat kesempatan berharga untuk belajar di Universitas terbesar di Thailand. Hal yang sangat membanggakan lagi, dalam acara “MIT Review Meeting” di Thailand, Senin (31/1) kemarin, Diana dan Eka dijadikan “model” dan ditayangkan di depan Perdana Menteri Thailand, saat laporan kegiatan MIT tersebut oleh Ketua SEAMEO RIHED,” ujar Prof. Rai bangga.
Humas ISI Denpasar melaporkan.
by admin | Feb 1, 2011 | Artikel, Berita
Kiriman Sudiatmika, mahasiswa PS Seni Karawitan ISI Denpasar
Sebelum penulis menguraikan mengenai sejarah Gamelan Gong Kebyar yang ada di Br.Batannyuh Belayu, penulis akan sedikit mengulas kemunculan Gamelan Gong Kebyar. Gamelan – gamelan Bali khususnya tentang Gong Kebyar sudah banyak ada yang melakukan untuk diteliti, baik oleh para penulis dalam negeri ataupun penulis asing. Namu masalah asal mula Gamelan Gong Kebyar belum dapat terungkap secara jelas dan lengkap. Untuk mengungkap dan menguraikan asal mula Gamelan ini memang merupakan tugas yang tidak begitu mudah. Penulis menyadari begitu sulitnya menelusuri asal mula daripada gamelan ini, yang mana disebabkan sangat sedikitnya terdapat data – data mengenai asal mula gamelan ini, terutama data – data tertulis yang dapat dijadikan pegangan menelusuri asal mula gamelan ini lebih lanjut. Data – data yang berhasil dikumpulkan hanyalah besifat informasi.
Gamelan Gong Kebyar yan apabila dilihat berdasarkan skema semua dari pada semua jenis gamelan Bali yang ada di Bali dimana di dalam skema itu terdapat gamelan golongan tua, golongan madya dan golongan baru/muda. Nampak secara jelas bahwa Gamelan Gong Kebyar adalah tergolong gamelan Bali yang sangat muda usianya, temasuk kelompok gamelan Bali baru. Disini sedikit lebih tua dari gamelan jejangeran jejogedan dan lain sebagainya yang sama – sama tergolong kolompok gamelan Bali Baru.
Sejarah Gamelan Gong Kebyar di Br. Batannyuh
Pada awal adanya atau terbelinya Gamelan Gong Kebyar di Br. Batannyuh yaitu pada tahun 1996. Sumber – sumber yang didapatkan oleh penuli yaitu dari I Wayan Windia, beliu juga adalah seorang seniman karawitan Bali, sekarang umur beliau sudah hamper menginjak kepala 7.
Beliau menceritakan bahwa alasan dibelinya gamelan ini yaitu tidak lain karena sangat pentingnya peranan gamelan di Bali dan khususnya di Br. Batannyuh sebagai sarana Upacara Yadnya dan sarana hiburan bagi masyarakat sekitar.Dan beliau juga mengatakan gamelan yang ad di Br. Batannyuh ini sudah banyak masa – masa perkembangan dan perbaikan. Pada tahun 1996 gamelan tidak berisi ugal dan penyahcah yang sering disebut dengan istilah gong mini, namu seiring berjalannya waktu satu persatu instrument gamelan ini ditambahkan atau dilengkapi sehingga sampai saat ini terdapatlah barungan Gamelan Gong Kebyar yang lengkap di Br. Batannyuh saai ini. Gamelan ini biasanya dimainkan hanya pada hari – hari tertentu saja, misalnya pada saat Upacara Yadnya, untuk pementasan dan latihan – latihan bagi generasi penerus.
Berdasarkan uraian – uraian di atas beserta argumentasi sebagaimana dikemukakan di atas kiranya telah dapat ditarik suatu kesimpulan bahwa keberadaan atau di belinya barungan gamelan Gong Kebyar di banjar batannyuh yaitu sekitar tahun 1996 dan bentuk – bentuk tabuh kekebyaran sudah diciptakan pada tahun tersebut yang juga di pelopori oleh I Wayan Windia.
Sejarah Gamelan Gong Kebyar Di Banjar Batannyuh Belayu selengkapnya
by admin | Feb 1, 2011 | Berita, pengumuman
PENGUMUMAN
Berhubung tidak semua nilai matakuliah yang ditawarkan pada semester ganjil 2010/2011 masuk pada system informasi akademik (SIA) maka :
1. Kami akan menutup sementara sesi semester genap 2010/2011 pada program SIA dan membuka sesi semester ganjil 2010/2011 pada tanggal 5-8 Pebruari 2011.
2. Kepada dosen pengampu matakuliah yang belum memasukan nilai kami mohon memasukan nilai melalui portal masing-masing pada tangal 5-8 Pebruari 2011.
3. Mahasiswa di harapkan melihat kembali portalnya dan melakukan perubahan KRS pada sesi perubahan KRS pada tanggal 14 – 18 Pebruari 2011.
4. Pelaksanaan perubahan KRS sama seperti pelaksanaan pengisian KRS sebelumnya dan kembali menyerahkan KRS yang sudah disahkan PA masing-masing kebagian akademik.
5. Absensi kuliah akan dikeluarkan setelah perubahan KRS dan merupakan peserta kuliah yang sah sesuai pengambilan pada KRS masing-masing mahasiswa.
Demikian pengumuman ini dibuat untuk dilaksanakan. Terimakasih.
Denpasar, 1 Pebruari 2011
Kasubag Akademik dan Kemahasiswaan
ttd
I Ketut Suwitra, SE
NIP. 197904272001121003
by admin | Feb 1, 2011 | Berita
JAKARTA – Kementerian Pendidikan Indonesia (Kemendiknas) terus berupaya menggenjot pendidikan kewirausahaan di perguruan tinggi. Tahun ini, disiapkan anggaran Rp 100 miliar untuk mempermulus program tersebut. Anggaran itu disiapkan untuk membiayai proposal atau blockgrant wirausaha mahasiswa dan beasiswa dosen khusus ilmu kewirausahaan.
Wakil Menteri Pendidikan Fasli Jalan menjelaskan, secara keseluruhan anggaran tersebut akan dikucurkan di pusat-pusat enterpreneur. Pusat-pusat enterpreneur ini didirikan di kampus-kampus negeri di masing-masing provensi. “Yang jelas program ini terus berlanjut,” papar mantan Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi (Dirjen Dikti) itu di Jakarta, Minggu (30/1).
Fasli menjabarkan, tahun lalu minat mahasiswa untuk mengajukan proposal wirausaha cukup tinggi. Kemendiknas mencatat tahun lalau ada seratus ribu lebih mahasiswa yang mengajukan proposal tersebut. Masing-masing mahasiswa yang mengajukan proposal wirausaha tersebut, mendapatkan bantuan pembiayaan rata-rata Rp 8 juta. Tahun ini, nilai bantuan diperkirakan tetap.
Sementara pendidikan kewirausahaan juga dilakukan di tingkat pendidikan menengah. Fasli menjelaskan pihak sekolah harus memberikan kredit poin khusus bagi siswa yang menjalankan usaha. “Baik itu usaha sendiri atau ikut orang lain,” kata dia.
Sehingga, dengan pemberian kredit poin tambahan tersebut, bisa memacu siswa-siswa lainnya untuk berwirausaha.
Di bagian lain, Dirjen Dikti Kemendiknas Djoko Santoso menjelaskan, pihaknya sudah mengkomunikasikan program kewirausahaan ini kepada perguruan tinggi negeri, maupun perguruan tinggi swasta di bawah koordinasi peguruan tinggi swasta (kopertis). “Secara teknis akan berjalan seperti tahun lalu,” kata dia. Yaitu, pemberian anggaran untuk pelatihan dan program kewirausahaan. Keduanya, masih kata Djoko, harus berjalan beriringan.
Djoko menjelaskan, melalui program ini bisa ikut menekan angka pengangguran terbuka lulusan perguruan tinggi di negeri ini. Kemendiknas mencatat, tahun lalu jumlah penganggruan tersebut tidak kurang dari 8,7 juta jiwa. Melalui program kewirausahaan ini, lulusan perguruan tinggi bisa bekerja untuk dirinya sendiri dan memberi pekerjaan kepada orang lain.
Kemendiknas belum mengevaluasi secara rinci program wirausahan ini. Namun, hasil pantauan di lapangan, program kewirausahaan di lingkungan pendidikan tinggi ini mampu menggerakkan mahasiswa untuk melakukan kegiatan kewirausahaan.
Dalam waktu dua tahun setelah mengajukan proposal dan mendapatkan kucuran bantuan tersebut, beberapa mahasiswa yang menjalankan usahanya bisa mengakses bantuan kredit usaha rakyat (KUR). “Bantuan dari kami (Kemendiknas, red) bisa dijadikan pancingan,” pungkas Djoko. (wan)
Sumber: http://www.jpnn.com
by admin | Jan 31, 2011 | Artikel, Berita
Kiriman I Kadek Ari Irawan, Mahasiswa PS Seni Karawitan.
Asal Mula
Untuk mengungkap sejarah asal mula suatu kesenian seperti seni gong kebyar di Desa Petang, sungguh tidak mudah. Kesulitan-kesulitan yang menyebabkannya adalah kurangnya data-data mengenai gamelan tersebut dan hampir tidak ada data-data tertulis yang memuat tentang gamelan gong kebyar tersebut.
Namun demikian dari beberapa informasi yang penulis hubungi, telah berhasil penulis kumpulkan sejumlah informasi baik dari anggota sekaa maupun informan-informan luar yang mampu memberikan keterangan mengenai data-data tentang asal mula dari gamelan gong kebyar ini.
Misalnya : I Gusti Made Ardana yang menjadi anggota sekaa gong di Desa Petang (wawancara pada tanggal 20 September 2010 di rumahnya banjar Petang Tengah) menerangkan bahwa gamelan gong kebyar yang ada di Desa Petang sekarang merupakan due pura Pucak Manik di Desa Petang. Karena Gamelan Gong Kebyar tersebut memang ada sejak dulu tetapi hanya ada beberapa tungguh gamelan yaitu yang sayatau kantil yang bentuk bilahannya yang istilah balinya metundu klipes, kekurangannya di buatkan di tiyingan klungkung sekitar tahun 1985, gong kebyar yang ada di Desa Petang, dulunya yang pernah dipinjam-pinjam oleh Puri Petang jadinya waktu itu belum tau siapa yang mempunyai gong tersebut, antara due Pura dan Puri Petang. Semenjak I Gusti Dipta menjadi kelian Desa, bingung menentukan gong kebyar tersebut, dan akhirnya ditetapkanlah gong tersebut due Pura Pucak Manik Petang dan dimintakan nama di Geria Kemenuh gong dan sekaanya dinamakan sekha gong Citra Gopta Petang dan kelian gong pertama pada waktu itu Anak Agung Gede Santaka, pelawah gong tersebut pada waktu itu masih polos belum diukir maupun di prada dan diprakarsai oleh I Gusti Dipta, pada ktu itu gong tersebut mengalami perkembangan dicarikanlah tukang ukir dari Blayu Tabanan yang bernama bapak Gunawan, akhirnya sekha gong tersebut benar-benar menjaga gong tersebut di bawah naungan Desa Adat Petang sampai sekarang, karena dulu sekaa tersebut belum melembaga dan sekarang gamelan tersebut di prada pada tahun 1996, dananya diperoleh dari sumbangan-sumbangan dan sekarang Desa Petang terjadi pemekaran pada tahun 2001 karena jumlah penduduknya sudah meningkat, sekarang Desa Petang tersebut menjadi 3 banjar yaitu : banjar Petang Kaja, banjar Petang Tengah, banjar Petang Kelod dan gong kebyar tersebut dimiliki ketiga banjar tersebut boleh dipakai oleh ketiga banjar tersebut. Disaat ada upacara agama atau piodalan di desa petang
Demikianlah secara singkat dapat diungkapkan tentang sejarah gamelan gong kebyar di Desa Petang.
Fungsi Dalam Upacara Agama
Kesenian Bali seni karawitan (gamelan) seni tari dan seni vocal (tembang) kesemuanya tidak bisa lepas dari upacara keagamaan (Agama Hindu) dalam uraian buku seni sacral dalam hubungannya dengan agama hindu di jelaskan sebagai berikut :
Seni Wali (Socred, relijius yaitu seni yang dilakukan di Pura-Pura dan di tempat-tempat yang ada hubungannya dengan upacara keagamaan sebagai pelaksana upacara dan upakara agama.
Bentuk Alat
Gamelan gong kebyar merupakan seperangkat gamelan yang dipergunakan untuk mengiringi upacara keagamaan khususnya agama Hindu dan mengiringi tari-tarian. Instrumen-instrumen gamelan gong kebyar di Desa Petang terdiri dari sebuah terompong, satu buah riong, dua buah ugal, empat buah ganse, empat buah kantil, dua buah jegog, dua buah jublag, dua buah kendang, satu buah ceng-ceng, satu buah kajar, satu buah kempli, dua buah gong, satu buah kempur, satu buah klemong, dan satu buah bende.
Sejarah Gamelan Gong Kebyar Di Desa Petang selengkapnya
by admin | Jan 31, 2011 | Berita
London – Tim Gamelan KBRI Bratislava memukau ratusan penonton yang memadati auditorium pusat eksibisi Incheba dalam acara Camera Slovakia sebagai bagian dari pameran pariwisata tahunan terbesar di Slovakia 17th International Travel Fair, yang digelar di Bratislava Ibukota Republik Slovakia, sejak 20 Januari lalu.
Gamelan Bali yang diiringi dengan berbagai alat musik antara lain angklung, flute dan trompet menampilkan lagu khas Indonesia dan Slovakia tampil dalam dua kali pertunjukkan Minggu di panggung pameran, demikian Sekretaris III KBRI Bratislava Slovakia, Fahmad Rifqi Ramulo dalam keterangannya kepada Antara London, Senin.
Para penonton berjubel tidak sabar menyaksikan penampilan tim gamelan KBRI Bratislava yang dimotori Kristina, gadis Slovakia dan pimpinan grup gamelan KBRI Bratislava, Lucian, berkebangsaan Romania.
Dikatakannya dalam pameran pariwisata terbesar di Bratislava itu, KBRI Bratislava mengandeng salah satu travel agent terbesar di Slovakia, Bubo Travel dalam pagelaran kebudayaan kali ini.
Selama dua tahun berturut-turut, penampilan tim gamelan KBRI Bratislava pada event tahunan pariwisata terbesar di Slovakia tersebut membuat budaya Indonesia semakin dikenal di Slovakia, khususnya pengunjung pameran yang tak hanya berasal dari Slovakia namun juga dari negara tetangga sepeti Austria, Ceko dan Hungaria.
Ramulo mengatakan Stand Indonesia dengan lokasi yang strategis selain membagikan-bagikan brosur pariwisata Indonesia secara gratis kepada pengunjung pameran, KBRI bermitra dengan Indonesia Trade Promotion Centre (ITPC) Budapest mempromosikan kopi, teh serta kuliner khas Indonesia.
Kepala ITPC Budapest, Nusa Eka memaparkan bahwa produk dari Indonesia seperti air kelapa muda dalam kemasan menjadi favorit pengunjung itu berhasil menembus pasar Eropa Tengah dan Timur.
Dengan rata-rata 60.000 orang pengunjung pameran setiap tahunnya, event ini diikuti sekitar 30 negara peserta pameran.
Pendapatan per kapita yang mencapai 22.000 dolar AS ketertarikan publik Slovakia pada budaya dan pariwisata Indonesia menjadikan Slovakia sebagai Negara yang potensial sebagai sumber wisatawan manca negara di masa mendatang.
Slovakia sebagai anggota Uni Eropa dan Eurozone memiliki kinerja perekonomian termasuk terbaik di kawasan dengan pertumbuhan ekonomi yang positif tiga persen pada 2010 lalu di tengah-tengah deraan krisis ekonomi global utamanya di Eropa. (ZG/K004)
Sumber: http://antaranews.com