by admin | Dec 18, 2012 | Berita
Kiriman: Nyoman Dewi Pebriyani, S.T., M.A. (Dosen PS Desain Interior).
Yogyakarta – Guna memperluas wawasan seni serta menjalin sinergi dengan lembaga dan pemerintah dalam bidang kesenian, maka setiap tahunnya Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) menggelar kegiatan studi ekskursi. Kegiatan ini juga sebagai salah satu tindak lanjut dari program kemahasiswaan ISI Denpasar serta realisasi program kerja Fakultas Seni Rupa dan Desain ISI Denpasar 2012, bidang kemahasiswaan.
Dekan FSRD, Dra. Ni Made Rinu, M.Si, didampingi para Pembantu Dekan FSRD menyampaikan bahwa pada tahun ini FSRD ISI Denpasar yang terdiri dari 5 jurusan mengadakan kegiatan studi ekskursi ke Yogyakarta, Jawa Tengah. Kegiatan yang berlangsung dari tanggal 8 hingga 11 Desember 2012 memfokuskan kegiatan di Pusat Pelatihan dan Pengembangan Pendidik dan Tenaga Kependidikan (P4TK). Adapun peserta studi ekskursi adalah mahasiswa Fakultas Seni Rupa dan Desain ISI Denpasar yang duduk di semester V. Seluruh peserta berjumlah 123 orang, yang terdiri dari dosen pembimbing 10 orang dan panitia sejumlah 26 orang dan mahasiswa sejumlah 87 orang.
Pembantu Dekan III FSRD ISI Denpasar yang sekaligus sebagai Ketua Pelaksana, Drs. DA Tirta Ray, M.Si mengungkapkan bahwa dalam kegiatan ini berisi tiga agenda kegiatan inti yaitu Seminar “Semiotika”, workshop batik, lukis, animasi dan keramik, serta penandatangan MoU antara ISI Denpasar dengan P4TK. Penandatanganan dilakukan langsung oleh Rektor ISI Denpasar, Prof. Dr. I Wayan Rai S, MA, dengan ketua P4TK, Drs. Sardi, M.Pd yang turut dihadiri oleh Pembantu Rektor III ISI Denpasar, Drs. Made Subrata, M.Si, Dekan FSRD beserta jajarannya, serta senat mahasiswa juga diajak untuk memberi wawasan dan pemikiran, serta memperkenalkan sebuah bentuk kerjasama.
Kegiatan workshop berlangsung tanggal 10 Desember 2012 bertempat di Auditorium P4TK. Workshop terbagi dalam 3 materi berbeda yaitu mahasiswa jurusan lukis mendapatkan materi lukis yang diberikan oleh Drs. Basuki Sumartono, M.Sn, mahasiswa jurusan Kriya diberikan meteri tentang workshop keramik dengan instruktur Drs. Taufik Eko Yanto, dan batik oleh Drs. Parjiyah, M.Sn, dan mahasiswa jurusan Desain Komunikasi Visual mendapatkan materi tentang Animasi oleh instruktur Slamet Raharjo, S.Sn.
Rektor ISI Denpasar, Prof. Dr. I Wayan Rai S., M.A., yang memberikan sambutan pada saat penandatangann Mou, beliau mengungkapkan bahwa diharapkan dengan penandatanganan MoU ini diharapkan peningkatan kualitas pendidikan. “Dengan adanya kegiatan studi ekskursi di P4TK bersamaan dengan penandatanganan MoU ini, merupakan wujud nyata implementasi dari MoU tersebut, sehingga tidak hanya diatas kertas namun wujud nyata telah dilaksanakan ” ungkap Prof. Rai.
by admin | Dec 17, 2012 | Berita
Kiriman: Nyoman Lia Susanthi, S.S., M.A. (Dosen PS Pedalangan).
Denpasar- Guna mengembangkan bidang keilmuan, Program Pascasarjana ISI Denpasar secara rutin menggelar seminar akademik. Seminar yang dibuka Pembantu Rektor II ISI Denpasar, Dr. I Gde Arya Sugiartha, S.SKar., M.Hum. mewakili Rektor ISI Denpasar berlangsung pada Rabu 12 Desember 2012, bertempat di gedung Natya Mandala ISI Denpasar. Dalam sambutannya Dr. I Gede Arya menyampaikan bahwa seminar adalah program unggulan bagi Pascasarjana ISI Denpasar. Seminar menjadi keharusan bagi mahasiswa karena dalam seminar akan terjadi pembicaraan bersifat kognitif yang mengandung dua manfaat, yaitu pemecahan masalah dan pengembangan bidang ilmu. Dengan kedua manfaat penting tersebut, maka kegiatan seminar sangat penting membuka cakrawala mahasiswa. Dr. I Gede Arya juga memberikan pencerahan kepada mahasiswa bahwa ketika era modern tidak mampu lagi memberikan kesejahteraan, maka kita kembali pada tradisi yang memiliki keunggulan. Tradisi mampu melahirkan kreativitas yang tanpa batas. sehingga paradigma baru muncul bahwa tradisi melahirkan kearifan likal dan kreativitas. Sekapur sirih dari I Gede Arya membuka seminar yang mengangkat tema “Mengembangkan Keunggulan Lokal Melalui Penciptaan dan Pengkajian Seni”. “Pascasarjana ISI Denpasar harus memiliki identitas, sehingga kegiatan seminar ini perlu terud dikembangkan secara terbuka, yang mampu melahirkan program-program secara kreatif” ujar Dr. Arya.

Dr. I Gede Arya Sugiartha, S.SKar., M.Hum sedang memberi sambutan sekaligus membuka acara seminar
Sementara Ketua Program Studi Penciptaan dan Pengkajian Seni (S2) ISI Denpasar, I Ketut Sariada, S.ST.,M.Si., menyampaikan dalam sabutannya bahwa seminar dirancang sebagai pertemuan akademik dan pertukaran ilmu pengetahuan secara berkelanjutan dan diselenggarakan setiap tahun dalam rangka membahas berbagai isu-isu seni yang sedang berkembang pada saat ini. Tujuan seminar adalah untuk mendapatkan informasi yang lebih akurat dan adapat dipercaya dalam rangka penciptaan dan pengkajian seni, untuk menginventarisasi berbagai informasi yang terkait dengan penciptaan dan pengkajian seni serta menghimpun isu-isu strategis tentang penciptaan dan pengkajian seni untuk menambah wawasan yang lebih luas dalam bidang seni.
Seminar diikuti puluhan mahasiswa Pascasarjana ISI Denpasar. Dalam seminar menghadirkan tiga pembicara yaitu I Wayan Sinti, M.A, I Dewa Nyoman Batuan serta I Kadek Jengo Pramarta, dengan moderator Dr. I Gst. Ngr. Ardana, M.Erg.
by admin | Dec 17, 2012 | Berita

Foto bersama usai acara pembukaan
Kiriman: Nyoman Lia Susanthi, S.S., M.A. (Dosen Pedalangan ISI Denpasar)
Karangasem- Dalam rangka pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LP2M) Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar melaksanakan kegiatan rekonstruksi prasi (komik tradisional) di Kecamatan Sidemen dan rekonstruksi dramatari Gambuh di Banjar Gede, Desa Budakeling, Kecamatan Bebandem, Karangasem. Acara pembukaan dilaksanakan pada 6 Desember 2012, bertempat di Aula kantor Camat Sidemen Karangasem.
Menurut Ketua LP2M ISI Denpasar yang sekaligus sebagai Ketua panitia, Drs. I Gusti Ngurah Seramasara, M.Hum, rekonstruksi merupakan kegiatan penelitian dan pengabdian pada masyarakat untuk mendorong dan membangkitkan kembali identitas budaya adi luhung yang hampir punah. Side effect rekonstruksi ini adalah mampu melestarikan, mengembangkannya kearah budaya kreatif untuk mendukung pengembangan industri kreatif. “Sangat optimis melalui rekonstruksi mampu melahirkan industri kreatif yang nantinya membantu perekonomian Indonesia dan menyerap tegana kerja, karena industri kreatif mampu menangkal terpuruknya industri global dan mengangkat produk dalam negeri” ujar I Gst. Ngurah Seramasara. Untuk itu LP2M ISI Denpasar memiliki potensi besar untuk meneliti dan mengabdi pada masyarakat guna mengemas seni budaya (local genius) secara kreatif.
Rektor ISI Denpasar, Prof. Dr. I Wayan Rai S., M.A., dalam kesempatan tersebut sangat mendukung pengabdian yang telah dilakukan. Hal ini penting karena pembentukan karakter bangsa harus bermuara pada nilai-nilai kearifan lokal yang dimiliki suatu bangsa, misalnya melalui seni. Hal itu dikarenakan seni tak pernah lepas dari proses perjalanan sebuah bangsa. “Merekonstruksi seni dan budaya lokal adalah implementasi visi ISI Denpasar sebagai kampus seni yang berbasis keunggulan lokal, sehingga dalam mengembangkan diri harus tetap menekankan pada local genius, untuk mewujudkan industri krteatif yang berbasis seni budaya” uangkap Prof. Rai.

Para peneliti dari ISI Denpasar dan masyarakat setempat berbaur berbagi informasi.
Sementara Camat Sidemen yang dalam hal tersebut diwakili oleh Kasi Pemerintahan, I Komang Dunia, S.H., tidak dapat menyembunyikan rasa senang dan bangga karena ISI Denpasar dapat secara tepat membaca apa yang menjadi kebutuhan di Desa Sidemen. Komang Dunia menyampaikan bahwa kerajinan prasi (komik beraksara, berbahasa dan bergambar khas Bali) merupakan warisan adiluhung yang sering digunakan sebagai sarana upacara dan benda kesusastraan yang kini menjadi cindramata. Namun sayang pengrajin prasi sangat minim, sehingga kehadiran ISI Denpasar untuk membangkitkan kerajinan ini bagaikan gayung bersambut. “Tiada hal yang kami sampaikan selain terimakasih, dan kami berharap dengan pelatihan ini semakin banyak minat generasi muda untuk menekuni seni prasi ini, sehingga kerajinan prasi ini dapat lestari dan memberi manfaat bagi kehidupan masyarakat Sidemen” ungkap I Komang Dunia.
Pengabdian ISI Denpasar mendapat respon positif dari kalangan masyarakat setempat. Mereka tampak sangat antusias mengikuti seluruh rangkaian acara. Usai acara pembukaan mereka berbaur penuh keakraban dengan para peneliti dari ISI Denpasar.
by admin | Dec 14, 2012 | Berita
Kiriman: Nyoman Dewi Pebriyani, S.T., M.A. (Dosen PS Desain Interior).
Denpasar- Bertempat di Ruang Kuliah Desain Fashion, pada hari Kamis (6/12), Rektor Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar, Prof. Dr. I Wayan Rai S, MA, menyempatkan diri untuk memberikan kuliah umum kepada mahasiswa Program Studi (PS) Desain Fashion. Dalam kesempatan yang sama beliau juga menjelaskan mengenai sejarah berdirinya Program Studi Desain Fashion yang pada saat pemberian mandat juga berbarengan dengan Program Studi Pendidikan Seni drama, tari, dan musik (Sendratasik), dan Program Studi Film dan Televisi.
“PS Desain Fashion ini baru saja lahir sudah dilirik” ungkap Prof Rai. Hal ini bukan tanpa alasan, sebab belum lama ini ISI Denpasar telah menandatangani MoU dengan Edith Cowan University (ECU) Perth dan pada saat yang bersamaan Program Studi Desain Fashion mengadakan pameran di ECU. Pihak ECU sangat tertarik bekerjasama dengan PS Desain Fashion untuk mengadakan pameran selama satu bulan, seminar, workshop, pertukaran dosen, hingga pertukaran mahasiswa. “Kami telah membuka peluang seluas-luasnya, sekarang tinggal anda sebagai mahasiswa memanfaatkan peluang ini dengan meningkatkan kualitas diri”, tambah Prof Rai.
Hal senada juga disampaikan oleh Ketua Program Studi Desain Fashion, Tjok Istri Ratna Cora S, S.Sn.,M.Si, “Atas nama PS Desain Fashion, kami mengucapkan terimakasih atas segala perhatian dan dukungan yang telah diberikan, kami berharap bisa menjadi jembatan budaya khususnya Budaya Bali melalui Desain Fashion”, ungkapnya. Beliau juga menambahkan bahwa kiprah PS Desain Fashion ini baru saja dimulai dan tantangan kedepannya juga semakin berat, sehingga diharapkan mahasiswa sebagai generasi penerus serta tim dosen dapat bekerja sama untuk menjadi tim yang solid.
Kegiatan kuliah umum ini juga turut dihadiri oleh Pembantu Dekan II Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD), Drs. I Made Bendi, M.Si, yang mewakili Dekan FSRD, Dra. Ni Made Rinu, M.Si, serta PD III FSRD, Drs. D.A. Tirta Ray, M.Si. Ditemui dalam kesempatan yang sama, Drs. I Made Bendi, M.Si mengungkapkan semoga kedepannya PS Desain Fashion mampu melengkapi Program Studi lain yang telah berdiri terlebih dahulu di FSRD, sehingga keragaman yang ada di fakultas ini menjadi sebuah daya tarik yang memikat.
Mahasiswa Desain Fashion sangat antusias dalam mengikuti kuliah umum ini, hal ini terlihat dari keseriusan sikap mereka dalam mendengarkan dan memberikan pertanyaan saat diberikan waktu untuk bertanya. “Siapa diantara kalian semua yang mau ikut pertukaran pelajar?” tanya Prof Rai. Serentak hampir seluruh mahasiswa mengacungkan tangannya. “Wah luar biasa semangat anda semua, semoga dalam waktu dekat segera terlaksana, tapi jangan lupa untuk selalu meningkatkan kualitas diri berbasis kearifan lokal (local genius) dan keunggulan lokal (indigenous) Bali yang nantinya akan membawa nama baik kampus”, tutup Prof Rai dalam kuliah umumnya.
by admin | Dec 12, 2012 | Berita
Kiriman: Nyoman Dewi Pebriyani, S.T., M.A. (Dosen PS Desain Interior).
Denpasar- Bertempat di Gedug Natya Mandala, pada hari Rabu (5/12), Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar menggelar acara Sosialisasi Standar Operasional (SOP) Karakter Bangsa. Acara dibuka secara resmi oleh Rektor ISI Denpasar, Prof. Dr. I Wayan Rai, S. MA, yang dihadiri oleh mahasiswa Fakultas Seni Rupa dan Desain, dosen, dan pegawai. Adapun kegiatan ini merupakan program utama dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang ditujukan kepada mahasiswa agar tercipta karakter yang kuat dan tidak mudah terprovokasi dengan tujuan-tujuan yang tidak menguntungkan baik bagi diri sendiri, lingkungan kampus, maupun dalam lingkungan berbangsa dan bernegara.
Dalam sambutannya Rektor ISI Denpasar mengungkapkan bahwa karakter bangsa sangat penting dan mendasar, “salah satu kata kunci yang paling penting adalah Disiplin” tambah Prof Rai. Pembicara pada acara sosialisasi kali ini merupakan tim dosen yang telah menerima pelatihan terlebih dahulu dalam Training of Trainer (TOT) Karakter Bangsa beberapa waktu sebelumnya. “Melalui kegiatan ini, sangat diharapkan agar mahasiswa mampu memiliki karakter yang kuat dan mampu menjadi contoh yang baik dalam lingkungan masayarakat” ungkap Dra. Ni Made Rinu,M.Si
Acara dibagi dalam dua sesi, sesi pertama merupakan pemaparan oleh Pembantu Rektor III ISI Denpasar, Drs. I Made Subrata, M.Si, mengenai Nilai-nilai Budaya bangsa untuk membentuk daya saing dalam karakter Bangsa, disusul dengan pemaparan oleh Dekan Fakultas Seni Rupa dan Desain, Dra. Ni Made Rinu, M.Si, mengenai Budaya Lokal sebagai pembentuk nilai-nilai karakter bangsa, dengan dipandu moderator Drs. I Ketut Muka, M.Si.
Sesi kedua pembicara terdiri dari 3 orang, yakni AA Gde Bagus Udayana, S.Sn.,M.Si membawakan materi Empat pilar kebangsaan, I Made Pande Artadi, S.Sn.,M.Sn membawakan materi Implementasi karakter bangsa di perguruan tinggi, dan Drs. DA Tirta Rai, M.Si membawakan materi Identifikasi nilai-nilai budaya bangsa dan karakter bangsa dalam proses pembelajaran, dengan dipandu moderator Drs. I Wayan Kondra, M.Si.
Mahasiswa sangat antusias dalam mengikuti sosialisasi SOP Karakter bangsa, dimana sebagian besar dari mahasiswa dengan tertib mengikuti kegiatan dari awal hingga akhir, selain itu pada sesi tanya jawab terlihat banyak mahasiswa yang melontarkan pertanyaan kepada pembicara. “Semoga kedepannya Mahasiswa yang telah mengikuti kegiatan sosialisasi ini mampu menularkan kepada rekan-rekannya maupun kepada masyarakat di lingkungan sekitarnya” tutup Drs. D.A. Tirta Ray, M,Si sebagai Ketua Panitia kegiatan sosialisasi ini.
by admin | Dec 6, 2012 | Berita

Garapan tari “Hang Tuah”, kolaborasi ISI Denpasar dengan STKW Surabaya.
Kiriman foto: I Made Bayu Pramana, S.Sn., M.Sn.
Kiriman: Nyoman Lia Susanthi, S.S. M.A. (Dosen Pedalangan ISI Denpasar).
Padangpanjang- ISI Denpasar bertolak ke Padangpanjang pada 25-29 November 2012 guna mengikuti Festival Seni Melayu Asia Tenggara 2012. Festival bertaraf internasional ini digagas oleh Ketua Badan Kerja Sama Perguruan Tinggi Seni Indoneisa (BKS-PTSI) sebelumnya yaitu Prof. Dr. I Wayan Rai S., M.A. Menurut Prof. Rai, Festival ini sebagai upaya perguruan tinggi seni membangkitkan nilai-nilai Melayu untuk penguatan pembangunan jati diri bangsa dan wahana yang dirancang guna membangkitkan beragam potensi kemelayuan sebagai kekayaan masa lalu untuk diperkenalkan kepada dunia. Festival yang mengangkat tema Rediscovering the Treasures of Malay Culture diikuti oleh peserta dari seluruh perguruan tinggi seni yang tergabung dalam BKS-PTSI, sanggar-sanggar seni dan peserta dari Malaysia, Singapore, Thailand, Brunei serta Netherland.
Pembantu Rektor IV ISI Denpasar, I Wayan Suweca, S.SKar., M.Mus.yang juga sebagai pimpinan rombongan mengungkapkan bahwa ISI Denpasar mengirimkan 31 orang yang terdiri dari mahasiswa, dosen dan pegawai untuk mengikuti berbagai agenda acara di ISI Padangpanjang. Agenda kegiatan selama di Padangpanjang adalah pementasan, pameran, visual art, seminar international dan workshop.
Agenda pementasan seni, ISI Denpasar mendapat kehormatan untuk tampil pertama yang berkolaborasi dengan STKW Surabaya. Garapan tari yang dibawakan berjudul Hang Tuah dengan penata tari Ida Ayu Wimba Ruspawati, S.ST., M.Sn., dan I Gede Oka Surya Negara, S.ST., M.Sn serta penata karawitan I Gede Mawan, S.Sn., M.Si., Wardizal, S.Sn., M.Si., dan Ida Bagus Nyoman Mas, S.SKar. Kolaborasi tari ini melewati proses panjang, yaitu sekitar 3 bulan. Diawali dengan penjajakan, merancang kolaborasi, dan latihan bersama. Selama proses latihan baik dari ISI Denpasar maupun dari STKW Surabaya sama-sama saling mengisi. “Kolaborasi ini sangat sesuai dengan harapan dan tidak ada hambatan, sebagai koreografer saya sangat puas dengan pementasan ini yang merupakan kerjasama dengan STKW Surabaya” ungkap Ida Ayu Wimba Ruspawati. Pementasan ISI Denpasar mendapat tanggapan yang bagus dari masyarakat. Terbukti kolaborasi yang mengangkat cerita Hang Tuah sebagai seorang pahlawan Melayu, yang memiliki kemampuan pencak silat mampu membius penonton.
Begituhalnya untuk pameran yang dibawakan Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) ISI Denpasar mendapat respon positif dengan materi pameran yaitu seni lukis, patung, kriya dan fotografi yang dimotori oleh Drs. I Made Bendi Yudha, M.Sn, Drs. I Wayan Kondra, M.Si., Drs. D.A. Tirta Ray, M.Sn., dan Bayu Pramana, S.Sn., M.Sn.
Sementara seminar internasional diikuti oleh 10 pembicara ternama baik dari dalam maupun luar negeri, diantaranya Prof. Margaret Kartomi (Monesh University) dan Henri Chambert Loir (Ecole Francisaise d’Extreme-Orient). Rektor ISI Denpasar, Prof. Dr. I Wayan Rai S., M.A mendapat kesempatan terhormat sebagai pembicara di forum internasional. Dalam presentasi Prof. Dr. I Wayan Rai S., M.A., membahas tentang pengaruh Melayu terhadap seni pertunjukkan Bali. Materi seminar yang dibawakan sangat menarik sehingga mampu menghidupkan suasana seminar. Terlebih lagi Prof. Rai memberikan contoh-contoh nyata bagaimana garapan seni pertunjukkan Bali dipengaruhi oleh budaya Melayu, seperti peran Siti Markonah.