by admin | Sep 29, 2015 | Artikel
Kiriman : Ade Aprilia Puspayanti (Mahasiwa Jurusan Film Televisi )
ABSTRAK
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, terbitan Balai Pustaka (1990 : 242), film adalah selaput tipis yang dibuat dari seluloid untuk tempat gambar negatif (yang akan dibuat potret) atau untuk tempat gambar positif (yang akan dimainkan di bioskop). Film juga diartikan sebagai lakon (cerita) gambar hidup. Pengertian lebih lengkap dan mendalam tercantum jelas dalam pasal 1 ayat (1) UU Nomor 8 Tahun 1992 tentang Perfilman di mana disebutkan bahwa yang dimaksud dengan film adalah karya cipta seni dan budaya yang merupakan media komunikasi massa pandang-dengar yang dibuat berdasarkan asas sinematografi dengan direkam pada pita seluloid, pita video, piringan video dan/atau bahan hasil penemuan teknologi lainnya dalam segala bentuk, jenis dan ukuran melalui proses kimiawi, proses elektronika, atau proses lainnya, dengan atau tanpa suara, yang dapat dipertunjukkan dan/atau ditayangkan dengan sistem mekanik, elektronik dan/atau lainnya. Sedangkan film maksudnya adalah film yang secara keseluruhan diproduksi oleh lembaga pemerintah atau swasta atau pengusaha film di Indonesia, atau yang merupakan hasil kerja sama dengan pengusaha film asing. Fungsi lain tentang film adalah sebagai media informasi. Informasi yang tersaji dalam sebuah film memberikan pengetahuan baru bagi masyarakat. Banyak aspek yang dapat disajikan dalam sebuah film, misalnya: alur cerita, karakter tokoh atau pemain, gaya bahasa, kostum, ilustrasi musik, dan setting. Apapun jenis atau temanya, film selalu meninggalkan pesan moral kepada masyarakat yang dapat diserap dengan mudah karena film menyajikan pesan tersebut secara nyata. Komodifikasi mampu mengupas sebuah film dalam menerangkan pesan yang lebih dalam yang ingin dissampaikan oleh sutradara. Komodifikasi menurut Vincent Mosco merupakan sebuah proses transformasi hal yang bernilai untuk dijadikan produk yang dapat dijual. Komodifikasi mendeskripsikan cara kapitalisme melancarkan tujuannya dengan mengakumulasi kapital atau menyadari transformasi nilai guna menjadi nilai tukar. Komoditas dan komodifikasi adalah dua hal yang memiliki hubungan objek dan proses, dan menjadi salah satu indikator kapitalisme global yang kini tengah terjadi. Dalam ekonomi politik media komodifikasi adalah salah satu bentuk penguasaan media selain strukturasi dan spasialisasi (Mosco, 2009: 127). Film The Artist merupakan sebuah film hitam putih asal Perancis yang mengambil set di Hollywood pada tahun 1927 sampai 1932 tetapi bukan merupakan film lawas, melainkan sebuah film karya Michel Hazanavicius yang lahir pada tahun 2011. Dengan set yang mendetail serta aspek rasio yang menyesuaikan film lawas, sutradara memiliki pesan tersendiri dalam pembuatan film The Artist.
Kata Kunci: analisis film, komodifikasi, film, The Artist, 2011
PENDAHULUAN
Di era globalisasi yang penuh dengan rupa dan warna yang berbeda ini, produk apapun yang dibuat manusia akan lebih menuntut keanekaragaman. Termasuk dalam film, kini banyak yang menciptakan film dengan genre yang berhubungan dengan teknologi tinggi. Seperti film-film yang mengangkat tema superhero yaitu The Avengers, Iron Man, Big Hero 6, dan lain-lain.
Namun film The Artist ini justru menciptakan hal yang berbeda, seperti oasis ditengah padang pasir, The Artist menjadi satu-satunya film bisu hitam-putih yang lahir di tahun 2011. Film ini mengangkat cerita tentang seorang aktor terkenal dalam film bisu hitam-putih yang tidak ingin terbawa dalam arus zaman perkembangan teknologi. Seiring dengan teknologi yang maju, film bisu mulai beralih menjadi film bicara. Film ini juga menggunakan aspek rasio 4:3 yang justru mendukung film tersebut sangat nyata berasal dari sebelum tahun 20-an. Dengan ide cerita dan konsep yang sangat maksimal, sutradara tentu memiliki pesan yang ingin disampaikan.
Sebuah cerita mengenai film bisu hitam-putih ini dijadikan sebuah barang yang dijual kepada konsumen film oleh sang sutradara. Dengan adanya ide yang berbeda dengan sutradara kebanyakan, maka penulis akan menganalisis film The Artist ini dengan metode komodifikasi.
PEMBAHASAN

Biodata Film:
Judul : The Artist
Sutradara : Michel Hazanavicius
Produser : Thomas Langmann
Negara : Perancis
Tahun : 2011
Language : Silent, English
Dalam film ini terdapat beberapa hal yang dijadikan komoditi yang kemudian dijual oleh sutradara menjadi sebuah produk dalam filmnya. Yaitu:
- Ide Cerita Mengenai Bagaimana Rasanya Menjadi Aktor Film Bisu Hitam-Putih.
George Valentin yang merupakan aktor terkenal di Hollywood pada zaman film bisu hitam-putih ini sangat menyukai dan mencintai kepopulerannya sendiri. Ia tidak akan tunduk pada pendapat siapapun karena ia terkenal sebagai seorang aktor yang mampu menyampaikan pesan film tanpa harus bercerita lewat dialog. Karena memang pada zaman itu belum bisa menampilkan film dengan suara bahkan belum ada film dengan keanekaragaman warna seperti sekarang ini. Sehingga George sangat bangga pada dirinya, namun juga memiliki sifat sangat tertarik dan baik pada wanita manapun yang ia temui.
- Tampilan Mengenai Bagaimana Set dan Cara Pengambilan Gambar Pada Zaman Film Bisu Hitam-Putih.
Dalam film juga ditampilkan bagaimana pengambilan gambar film bisu berlangsung. Mulut pemain film hanya tertutup tanpa mengatakan dialog satupun. Serta lampu, kamera, dan segala alat dalam pengambilan gambar yang sesuai dengan set tahunnya. Sama sekali tidak menampilkan alat dengan kesesuaian tahun pembuatan film The Artist ini. Sehingga penonton diajak menikmati bagaimana rasanya berada di dalam set tahun 19-an.
- Aspek Rasio yang Menyesuaikan dengan Konsep Film.
Di zaman yang penuh dengan kemajuan teknologi yang pesat sekarang ini, film-film produksi besar kebanyakan menggunakan aspek rasio 16:9. Tetapi karena sang sutradara mengikuti konsep ide cerita film-nya, dan sang sutradara juga ingin meyakinkan penonton bahwa film itu memang buatan tahun 19-an, maka aspek rasio film disengaja menggunakan 4:3.
- Konflik Dalam Diri Seorang Aktor.
Kita juga diajak merasakan bagaimana menjadi seorang aktor yang dipaksa mengikuti keinginan masyarakat meskipun tidak sesuai dengan hatinya. Dalam film ini, George Valentin sangat percaya pada dirinya sendiri yang sangat terkenal di zamannya. Berbeda dengan Peppy Miller yang pernah dimotivasi oleh George Valentin. Peppy Miller mengikuti keinginan masyarakat sehingga ia menjadi sosok yang sangat dicintai masyarakat. George hingga akhir tetap ingin menjadi aktor film Bisu hingga istrinya meminta bercerai dengannya, namun filmnya sangat sedikit peminat disbanding dengan film Peppy Miller yang luncur di waktu yang bersamaan.
- Kisah Cinta Antar Aktor.
George Valentin yang sudah memiliki istri, mengenal Peppy Miller karena sebuah kebetulan. Hingga akhir cinta mereka tidak pernah bertemu sampai akhirnya George mau mendengarkan Peppy dan menjadi aktor terkenal yang bermain bersama Peppy Miller.
PENUTUP
Film The Artist yang menggunakan set tahun 19-an sangat mengejutkan para penikmat film di tahun 2011. Sehingga banyak yang ingin mengetahui apa yang menjadi motivasi sang sutradara dalam membuat film ini. Dalam film ini terdapat beberapa komodifikasi yang dilakukan sang sutradara agar mampu menarik minat penonton yaitu ide cerita mengenai bagaimana rasanya menjadi aktor film bisu hitam-putih, tampilan mengenai bagaimana set dan cara pengambilan gambar pada zaman film bisu hitam-putih, aspek rasio yang menyesuaikan dengan konsep film, konflik dalam diri seorang aktor, dan kisah cinta antar aktor.
DAFTAR RUJUKAN
Ayu Astria R.A. 2010. Komodifikasi sebagai Konsep Ekonomi Politik Media. (Online). (https://id.scribd.com/doc/28389949/Komodifikasi-sebagai-Konsep-Ekonomi-Politik-Media, diakses 16 Juni 2015).
IMDB. 2015. The Artist. (Online). (http://www.imdb.com/title/tt1655442/ , diakses 16 Juni 2015).
Kalarensi Naibaho. 2008. Film : Aset Budaya Bangsa Yang Harus Dilestarikan!. (Online). (http://www.pnri.go.id/majalahonlineadd.aspx?id=85, diakses 16 Juni 2015).
by admin | Sep 28, 2015 | Artikel
Kiriman : I Wayan Gede Juni Antara (Mahasiswa Jurusan Seni Rupa Murni)
Abstrak
Ketidak terbatasan seni dalam lingkup bidang ilmu disebut ilmu seni. Ilmu seni adalah pengetahuan tentang seni yang memberi suatu wawasan khusus dalam bidang seni. Pembahasan seni dari masing-masing bidang ilmu dikorelasikan berdasarkan pada pemikiran-pemikiran yang bersifat rasionalitas, sistematis, dan tetap berpedoman pada realitas. Ilmu pendidikan seni sebagai dasar-dasar seni yang dapat di kembangkan dan di pelajari secara tekun yang bertujuan untuk mengetahui nilai-nilai, makna dan simbol-simbol. Disisi lain manfaat dari pendidikan seni ialah membentuk kepribadian yang kreatif, membenuk karakteristik seseorang, juga memberikan kepekaan untuk menilai nuansa yang indah, baik atau buruk. Di dalam ilmu pendidikan seni realis dan realisme khusunya yang mempelajari perbedaannya dan makna dari kedua istilah tersebut, terdapat ilmu yang berguna bagi pola pikir manusia dan juga sebagai dasar-dasar seni, sehingga di perguruan tinggi seni realis dan realisme masih diterapkan sampai sekarang. Dalam konteks sejarah dan perkembangannya seni realisme memiliki perjalanan yang panjang sebelum munculnya aliran-aliran baru dalam bidang seni. Adapun pelopor-pelopor realisme seperti Francisco de Goya (1746-1828) , Honoré Daumier(1808-1979), dan Gustave Courbet (1819-1877).
Kata kunci: seni rupa, realis, realisme
PENDAHULUAN
Sebelum menelusuri lekuk liku realis dan realisme, pentingnya kita mempelajari dahulu dari ilmu dasarnya. Agar kita mempunyai pondasi yang kuat tentang ilmu tersebut. Dimulai dengan mengenal tentang ilmu seni. Dimana ilmu seni adalah pengetahuan tentang seni. Sebuah ilmu seni mampu merangkum seni dari berbagai aspek bidang keilmuan. Pengembangan seni dalam ilmu seni tidak terlepas pada pengembangan makna, peranan seni, tujuan dan manfaat seni, hubungan seni, golongan seni, akan tetapi pengembangan cara berpikir, kreatifitas, proses berkarya seni, dan nilai-nilai seni.
Bahasa tentang ilmu seni mencakup berbagai aspek keilmuan yang terbagi menjadi berbagai bidang ilmu yakni: seni dalam bidang ilmu pendidikan, antropologi, sosiologi, psikologi, filsafat, sejarah, kebudayaan, komunikasi, agama, estetika, kosmologi dan seterusnya.
Pemaknaan seni dalam bidang pendidikan adalah salah satu sistem pembelajaran untuk mengetahui dasar-dasar seni. Pembelajaran seni ditentukan oleh kurikulum pendidikan. Bangsa yang menggusur pendidikan seni dari kurikulum sekolahnya akan menghasilkan generasi yang berbudaya kekerasan di masa depan, karena kehilangan kepekaan untuk membedakan nuansa baik dan indah dengan buruk dan tidak indah.
pendidikan merupakan kegiatan mengoptimalkan perkembangan potensi, kecakapan, dan karakteristik pribadi peserta didik. Kegiatan pendidikan diarahkan pada pencapaian tujuan pendidikan yakni:
- pengembangan segi kepribadian,
- pengembangan kemampuan masyarakat,
- pengembangan kemampuan melanjutkan studi,
- pengembangan kecakapan dan kesiapan untuk bekerja.
Kegiatan ini dilakukan dengan cara interaksi pendidikan yakni interaksi antara pendidik dengan peserta didik. Interaksi ini dilakukan melalui pergaulan, pengajar, pelatihan, atau latihan, dan bimbingan. Khususnya interaksi dari segi pergaulan antara pendidik dengan peserta didik dapat dikembangkan dari segi kebiasaan, kedisplinan, minat, dan motivasi. Pendidikan diharapkan untuk mengembangkan pengetahuan. Pendidikan adalah jenis keterampilan dan kemahiran untuk menemukan cara yang cepat yang dapat dikuasai oleh anak didik. Pendidikan adalah suatu sistem yang berkaitan karya manusia yang terbentuk dari komponen-komponen yang mempunyai hubungan fungsional dalam membantu terjadinya proses transformasi atau perubahan tingkah laku seseorang sehingga mempunyai kualitas hidup yang diharapkan.
Sebagian mahasiswa yang duduk di perguruan tinggi yang telah terbiasa dengan cara belajar konvensional, juga kurang berminat dengan perubahan ini. Alasannya, dalam sistem instruksional yang benar, mahasiswa tidak lagi bisa berprilaku pasif dalam aktifitas belajar-mengajar sehari-hari. Mereka dituntut(sebagaimana juga para pengajar) untuk bekerja keras, aktif, dan yang paling sukar dari semuanya berdisiplin.
Sebuah proses mendidik, membina, meningkatkan dan mengembangkan kreatifitas pola pikir manusia secara logis dan sistematis merupakan proses dari pembelajaran pendidikan seni yang tidak pernah lepas dari interaksi antara individu dengan individu lain, individu dengan kelompok, individu dengan masyarakat, individu dengan lingkungan, kelompok satu dengan kelompok lain, dan seterusnya.
Pengembangan diri dalam proses pembelajaran pendidikan seni yang selalu berkaitan dengan interaksi dapat di bagi menjadi tiga bagian yakni: proses pembelajaran pendidikan seni formal, proses pembelajaran pendidikan seni non formal, dan proses pembelajaran pendidikan seni di lingkungan.
PEMBAHASAN
Pendidikan seni perlu memahami tentang Realis dan Realisme seni. Realis dan Realisme merupakan dua kata yang berbeda, tetapi memiliki hubungan yang sangat erat di dalam pemakaian dua kata ini. Menelusuri pemaknaan istilah pemakaian kata Realis dan Realisme, Realis adalah tindakan, cara berpikir seseorang berdasarkan pada pernyataan. Tindakan dan cara berpikir ini sudah mulai ada pada masa prasejarah dan berkembang masa sampai sekarang. Orang-orang realis nantinya akan menganut paham disebut realisme. Sedangkan Realisme merupakan paham yang berpedoman dari kenyataan. Dalam dunia seni, realisme merupakan sebuah aliran yang berusaha menjabarkan sesuatu yang bersifat nyata atau kenyataan.
Realis dan Realisme merupakan dua istilah yang berkesinambungan, sampai sekarang tetap dipertahankan eksistensinya oleh kalangan masyatakat seni. Pada dasarnya realis dan realisme merupakan proses dasar dalam sistem pembelajaran di bidang seni khususnya di dunia akademis yang di terapkan pada awal-awal semester sebagai dasar pengetahuan dalam penciptaan karya seni. Dasar-dasar pengetahuan ini diberikan secara teoritis maupun praktis. Secara teoritis akan diberikan dasar-dasar pembelajaran seni yakni: unsur-unsur dan prinsip seni, apresiasi seni, estetika seni dan seterusnya. Sementara dalam praktisi diberikan teknik-teknik seni, gerakan seni, warna seni, anatomi seni, media seni, objek seni, dan seterusnya.
Tujuan diterapkan sistem pendidikan ini adalah untuk memahami bentuk, warna, karakter, dan proporsi objek. Di sisi lain juga untuk mengetahui nilai-nilai, makna dan simbol-simbol yang dimiliki pada objek. Di dalam perguruan tinggi pendidikan seni realisme masih tetap dipertahankan meski seni realisme sudah ketinggalan zaman dan kurang apresif. Hal ini dimaksudkan agar pelajar dan mahasiswa mengenal dasar-dasar seni. Melalui sistem pendidikan ini maka para seniman akademis mencoba untuk mengapresiasikan karya seni realisme di dalam dan di luar lingkungan akademis. Hal ini bertujuan, supaya publik seni memahami maksud karya-karya seni realisme mereka.
Pembelajaran seni realisme dalam pendidikan seni untuk mengenal berbagai macam karakter bentuk pada objek. Seperti pada karya berikut dengan gaya realisme.
potret wajah sendiri (juni antara) 2015. Merupakan karya tugas semester genap dengan media masih berupa kertas dengan material water colour.
Realisme mulai muncul dan digunakan sejak terbentuknya kebudayaan modern di Eropa. Hal ini sejalan dengan tumbuhnya sosialisasi di Eropa. Dampak pengaruh realisme ini akhirnya sampai pada kawasan budaya timur. Pengenalan paham realisme dalam kebudayaan Timur semenjak terjadinya penjajahan/kolonial barat. Dimasa modern seperti saat ini, budaya Timur banyak dipengaruhi oleh pemikiran-pemikiran Barat, baik secara teoritis maupun teknis. Dasar dari penciptaan aliran realisme adalah selalu berpedoman dan menggunakan objek kenyataan yang sebenarnya dan tanpa dibuat-buat. Sebuah pendapat yang di ucapkan salah seorang antaranya (Courbet, pelukis Perancis), “Tunjukkanlah malaikat padaku dan aku akan melukisnya,” yang mengandung maksud bahwa ia tidak akan melukisnya kalau hal itu gagal ditunjukkan kepadanya. Pendapat kaum realis yang memandang dunia ini tanpa ilusi. Mereka menggunakan penghayatannya untuk menemukan dunia. Mereka ingin menciptakan hasil seni yang nyata dan menggambarkan apa-apa yang betul-betul ada dan kasat mata. Secara teoritis mereka adalah pelukis objektif, pelukis yang akan melukiskan apa saja yang dijumpainya tanpa pandang bulu, dan tidak akan menciptakan sesuatu yang hanya keluar dari gagasannya. Dan apa yang dilihatnya itu akan dilukis seperti adanya, tanpa idealisasi, distorsi, maupun pengolahan-pengolahan lainya.
Setelah mengetahui pengertian tentang realis dan realisme, setidaknya perlu menyinggung pelopor-pelopor realisme dan bagaimana sejarahnya.
Goya. Francisco de Goya (1746-1828) adalah tokoh yang sering dihubungkan baik dengan realisme maupun dengan romantikisme. Lukisan-lukisannya yang sering menunjukkan kengerian, ataupun sesuatu yang fantastik dan imaginatif, disertai dengan gambaran pribadinya yang berapi-api, memberikan identitas bahwa ia adalah seorang romantik.
Contoh karya ” pembunuhan 3 mei 1808″, merupakan paduan antara gaya realisme dan romantik.
Dengan temanya itu ia telah memancing emosi penonton baik karena kejadian yang mengerikan itu maupun caranya ia melukiskan kejadian tersebut. Dipilihnya saat yang sebaik- baiknya untuk dilukiskan, demikian pula tokoh-tokoh serta penempatan dalam gambar diusahakan yang sedramatik mungkin. Waktunya malam hari, tempatnya di luar kota. Lampu yang ditempatkan di antara regu penembak dengan si tertembak dibuat sedemikian rupa, sehingga calon korban yang diberi berbaju putih itu mendapat cahaya yang paling terang dan merupakan pusat perhatian; dan dengan tanganya yang terbuka lebar memberi kesan seolah-olah yang di tembak itu seorang syuhdan yang dengan ikhlas menyerahkan dirinya. Maka dari aktualitasnya lukisan ini realistik, tetapi dari cara penggarapannya jadilah ia romantik.
Namun Goya adalah seorang realis. Ia memandang dunia ini tanpa ilusi. Ia tidak lari dari kenyataan, karyanya adalah refleksi dari keadaan yang ada di sekitarnya. Sebagai pelukis istana ia berada di antara orang-orang yang hidupnya mewah, korupsi, namun dungu, dan tidak acuh akan kemelaratan yang ada di luarnya. Selain “pembunuhan 3 mei 1808” karya grafisnya yang tergabung dalam kelompok “Los Desastres de la Guerra” (“kehancuran perang”), dan antara lain berjudul “Y No Hai Remedio” “Tidak ada lagi obatnya”, 1810-20. Goya juga terkenal sebagai pelukis potret . Karyanya yang menonjol di antaranya ialah potret istrinya “josefa Bayeu” atau “Madame Goya” (c. 1798) dan “Marquesa de la Solana” (1791-95). Ekspresinya bagus, demikian pula sapuan kuasnya. Namun yang lebih terkenal dari semuanya itu adalah sepasang lukisan “Maja” (dibaca ‘Maha’) yang bertelanjang dan berpakaian (c. 1797-98) yang selalu tertambat pada nama Goya.
DAUMIER. Realisme Honiré Daumier (1808-1979) dicurahkan lewat karya-karya karikaturnya. Dengan teknik lithografi dibuatlah tidak kurang dari 4000 karya karikatur baik untuk koran maupun untuk dirinya sendiri. Ia bukan seorang mahasiswa di akademi kesenian dan juga tidak pernah menanamkan dirinya seniman.
Baginya, pekerjaan itu adalah hasil karya seorang pekerja di persurat kabaran yang tidak ada sangkut pautnya dengan dunia seni. Namun ia telah membuktikan bahwa sekalipun dipakai sebagai alat komunikasi dan seni tak harus tidak berguna apa-apa selain sekedar untuk kenikmatan saja (I’art pour I’art). Betapapun ia ingin untuk “menjadi seniman” dengan melukis-lukis, namun karena kemelaratannya itu tidak banyak ia mendapat kesempatan.
Gustaver Courbet (1819-1877) adalah orang yang menamakan dirinya seorang realis. Dengan pongahnya ia mengatakan “tunjukan malaikat padaku dan aku akan meluksinya”, yang mengandung arti bahwa baginya lukisan itu pada dasarnya adalah seni yang konkrit, menggambarkan segala sesuatu yang ada dan nyata, ia hanya mau mendasarkan seninya pada penyerapan panca inderanya saja(khususnya mata) dan meninggalkan fantasi dan imaginasinya.
Sekalipun keluarganya tidak mengharapkan untuk menjadi pelukis, tetapi pada tahun 1849 terdapat suatu kenyataan bahwa ia berhasil menggantungkan beberapa lukisannya dalam beberapa salon dan yang terkenal ialah “Habis makan di Ornans” yang memenagkan hadiah medali kedua. Dengan kemenangan ini ia dapat lagi memasukkan lukisannya yang menggemparkan dalam tahun berikutnya, ialah “Pemakaman di Ornans” yang sering disebutnya juga sebagai “Pemakaman Romantikisme”, sejalan dengan umpatan Gros atas lukisan Delacroix “ Pembunuhan besar-besarandi Scio” itu.
Lukisan yang terakhir yang betul-betul menggoncangkan dunia kritis karena kerealistikannya. “Everthing in the painting – the serious faces of the townspeople, their still postures and somber dress, the mist-grey of the sky, the crucifix held high by a white –robed acolyte-is convincingly, quitly natural.These are real people at a real funeral.” Itulah yang menggemparkan paris , ia telah menggambarkan real people. Dan bersamaan sebuah lukisannya yang juga terdapat dalm salon 1850 ialah, “Pemecah batu. Ia melukis apa adanya, bahkan yang jelek-jelek, petani-petani, buruh-buruh kecil.

Courbet,”pemecah batu”, menggambarkan dua orang pekerja yang dua-duanya tidak layak: yang satu terlalu tua dan satunya lagi masih kanak-kanak.
PENUTUP
Dapat saya simpulkan bahwa proses pembelajaran pendidikan seni juga dapat menghasilkan seni yang bersifat riil atau nyata. Hasil karya seni yang bersifat riil atau nyata disebut karya seni realis atau realisme.
Pendidikan seni realisme merupakan pendidikan dasar untuk mengenal dan mempelajari objek-objek baik melalui bentuk, proporsi, karakter, teknik, warna, dan garis pada objek. Dalam perkembangan proses pendidikan seni realis dan realisme terjadi sebuah proses pembebasan dalam beraktivitas seni dengan tetap berpedoman pada unsur-unsur dan prinsip-prinsip seni.
DAFTAR RUJUKAN
Banbang Oka Sudira, Made.2010Ilmu Seni Teori dan Praktik,Jakarta:Inti Prima.
Sp, Soedarsono.2000Sejarah Perkembangan Seni Rupa Modern,Jakarta:Cx Studio Delapan Puluh Enter priso-Jakrta,Badan Penerbit isi Jogyakarta.
http://3.bp.blogspot.com/-jgO6JvxVLEU/T3YXtQ1V9FI/AAAAAAAAAHY/n7PnL1BiZl8/s1600/3class.jpg
https://www.google.co.id/search?q=lukisan+karya+francisco+de+goya&biw=1366&bih=639&source=lnms&tbm=isch&sa=X&ved=
by admin | Sep 27, 2015 | Artikel
Kiriman : I Vanda Dian Lestari (Mahasiswa Jurusan Desain Komunikasi Visual)
ABSTRAK
Nirmana adalah penyusunan elemen-elemen visual seperti titik, garis, warna, ruang dan tekstur menjadi satu kesatuan yang harmonis. Nirmana juga dapat diartikan sebagai hasil imajinasi dalam bentuk dua dimensi dan tiga dimensi yang mempunyai nilai keindahan. Nirmana disebut juga sebagai ilmu tatarupa. Sebagai ilmu tatarupa tentu saja Nirmana memiliki pengaruh besar dalam sebuah desain. Nirmana memiliki elemen- elemen penting yang menjadi dasar sebuah desain atau karya seni serupa. Elemen tersebut adalah (1) Titik, suatu bentuk kecil yang memliki dimensi, (2) Garis, goresan nyata dan batas sebuah benda, (3) Bidang, bentuk pipih tanpa ketebalan, mempunyai dimensi panjang, lebar dan luas, kedudukan, arah, dan dibatasi oleh garis, (4) Gempal, bentuk bidang yang mempunyai kedalaman dan ketebalan. Berdasarkan empat elemen yang telah disebutkan maka peran Nirmana dalam sebuah desain sangatlah penting. Sebuah desain akan tercipta jika elemen di atas terpenuhi. Sebuah desain pastinya memiliki garis yang berawal dari sebuah titik kemudian membentuk sebuah bidang datar yang akan lebih menarik atau nyata saat bidang tersebut menjadi gempal dan memiliki dimensi atau volume. Teori Nirmana yang dijelaskan sangatlah penting dalam penciptaan sebuah karya seni, karena merupakan penyusun elemen – elemen visual yang pasti dan digunakan dalam sebuah proses penciptaan sebuah desain. Desain akan indah dan lebih tertata jika penciptanya sudah mahir atau mengerti teori Nirmana dengan baik. Desain yang dihasilkan pun tidak akan mengecewakan. Nirmana sebagai penyusun atau penyelaras antara titik, garis, warna, ruang, dan tekstur pastinya akan sangat dibutuhkan dalam sebuah desain. Desain yang akan dihasilkan pun akan memiliki harmonisasi serta keseimbangan antar garis, bidang, warna, dan elemen lain yang ada di dalamnya. Peran Nirmana dalam sebuah desain akan dinilai sangat penting meskipun Nirmana sendiri adalah sesuatu yang jarang diketahui istilahnya oleh orang awam.
Kata Kunci : Nirmana, Desain, Unsur dan Elemen sebuah karya seni.
PENDAHULUAN
Di dalam sebuah desain pastinya terdapat unsur – unsur penting yang mempengaruhi komposisinya. Unsure seperti titik, garis, warna, dan sebagainya. Unsur tersebutlah yang terdapat dalam teori tatarupa atau Nirmana. Peran Nirmana sangat penting dalam sebuah desain karena teori yang ada dalam Nirmana adalah semua dasar atau elemen dalam pencipataan desain atau karya seni lainnya. Elemen dalam Nirmana sangat mendasar dan jika elemen tersebut tidak ada maka tidak akan tercipta sebuah desain atau karya seni. Nirmana sendiri definisinya adalah penyusunan elemen-elemen visual seperti titik, garis, warna, ruang dan tekstur menjadi satu kesatuan yang harmonis. Dijelaskan dari definisi Nirmana itu sendiri, maka bisa disimpulkan bahwa Nirmana memiliki pengaruh besar dalam penciptaan sebuah desain.
PEMBAHASAN
Nirmana dibentuk dari dua kata yaitu Nir (berarti tidak) dan Mana (berarti tidak bermakna), jadi jika digabungkan berarti tidak bermakna. Jika diartikan lebih dalam lagi Nirmana merupakan lambang – lambang bentuk yang tidak memiliki makna, Nirmana dipandang sebagai kesatuan pola, warna komposisi,irama, nada dalam sebuah desain. Saat awal mempelajari Nirmana biasanya yang dipelajari dimulai dari bentuk – bentuk dasar bangun datar yang awalnya tidak bermakna atau tidak hidup kemudin diracik sedemikian rupa sehingga menciptakan makna tertentu. Nirmana sendiri tentang mengorganisasikan atau mengkomposisikan sesuatu untuk mencapai kualitas yang artistik pada sebuah karya seni atau desain. Nirmana memiliki 4 buah elemen dasar yaitu:
- Titik, Titik, suatu bentuk kecil yang memliki dimensi
- Garis, goresan nyata dan batas sebuah benda,
- Bidang, bentuk pipih tanpa ketebalan, mempunyai dimensi panjang, lebar dan luas, kedudukan, arah, dan dibatasi oleh garis,
- Gempal, bentuk bidang yang mempunyai kedalaman dan ketebalan.
Desain, sebuah karya seni terapan atau berbagasi pencapaian kreatifitas lainnya. Di juga dapat diartikan sebagai penciptaan obyek baru. Dalam prose desain biasanya sangat memperhitungkan aspek fungsi, estetika dan aspek lainnya berdasarkan sumber-sumber atau riset. Dalam ilmu desain grafis ada beberapa prinsip utama untuk tujuan komunikasi dari sebuah karya desain, yaitu :
- Ruang Kosong (White Space), ruang kosong dimaksudkan agar karya desain tidak terlalu padat penempatannya dalam sebuah bidang sehingga membuat karya desain terlihat dominan.
- Kejelasan (Clarity), kejelasan mempengaruhi penafsiran atau pengelihatan penonton sebagi penikmat, apakah karya desain yang dihasilkan jelas atau malah menimbulkan makna ganda (ambigu).
- Kesederhanaan (Simplicity), kesederhanaan dalam sebuah esain menuntut penciptaan sebuah desain yang tidak lebih dan tidak kurang. Kesederhaan juga akan membuat para penikmat senang dan tidak jenuh.
- Emphasis (Point of Interest), emphasis atau pusat perhatian, yang merupakan pengembangan dominasi untuk menonjolkan salah satu unsur sehingga mencapai nilai artistik.
Di dalam Nirmana semua unsur penciptaan karya seni dimulai, dari seusatu yang biasa menjadi berarti dan memiliki komposisi yang dapat dinikmati. Nirmana membuat sebuah karya lebih tertata, lebih artistic dan lebih indah. Nirmana sendiri juga diartikan sebagai pengorganisasian antara unsure-unsur desain. Titik, garis, bidang, gempal, warna dan teksur yang ada dipadukan sedemikian rupa dengan mempertimbankan komposisi sehingga menghasilkan karya yang artistic.
Pentingnya teori Nirmana dalam sebuah karya desain sangat banyak dan mendasar. Elemen-elemen yang terdapat dalam Nirmana seperti titik, garis, warna, tekstur dan sebagainya adalah elemen mendasar yang harus ada dalam penciptaan sebuah desain. Dimulai dengan titik yang akhirnya menjadi sebuah garis,lalu memebentuk berbagai macam bidang datar. Desain yang lebih hidup dipengaruhi oleh bidangnya, bidang gempal dalam Nirmana yang memliki volume berpengaruh dalam pembuatan desain, membuat desain lebih hidup. Lalu warna, memperindah sebuah karya desain,mempercantik sehinnga enak untuk dipandang, dapat diberlakukan tekstur dalam sebuah karya desain agar desain yang dihasilkan lebih hidup lagi.
Unsur titik, yang akan membentuk garis dalam sebuah penciptaan sebuah desain. Hanya dengan titik pun desain dapat diciptakan dengan karya titik yang biasa disebut pointillism. Garis, merupakan unsur dasar, karena dimulai dari garislah akan tercipta sebuah bentuk seperti lingkaran, segitiga,persegi, dan bangun datar lainnya. Warna, unsure yang memperindah sebuah desain, agar desain yang dihasilkan tidak kaku atau membosankan sehingga warna sangan berpengaruh dalam penciptaan sebuah desain. Tekstur merupakan unsur yang dapat digunakan untuk membuat karya desain menjadi lebih hidup dan lebih terlihat nyata.
Begitu besarnya pengaruh Nirmana dalam sebuah desain, maka dalam pembuatan sebuah desain harus lebih diperhatikan lagi unsure dan elemen yang ada. Jika ingin meghasilakn sebuah desain yang artistik dan indah, maka Nirmana adalah solusi untuk itu. Mempelajari titik, garis,bidang, warna, tekstur dan sebagainya. Bagaimana cara mengkomposisikan semua elemen tersebut menjadi suatu karya desain yang artistic dan dapat diterima oleh penikmatnya.
PENUTUP
Kesimpulan : Peran Nirmana dalam sebuah desain sangatlah banyak dan mendasar, elemen-elemen penting yang ada seperti titik, garis, bidang, warna, dan sebagainya merupakan elemen yang sangat penting dalam penciptaan sebuah desain. Dalam teori Nirmana pun dijelaskan bahwa Nirmana juga mempelajari pengorganisasian unsure visual titik, garis,warna, dan sebagainya sehingga Nirmana sangat besar pengaruhnya dalam pembuatan sebuah desain.
DAFTAR RUJUKAN
Sanyoto, Sadjiman Ebdi. 2005. Jogjakarta: Dasar-dasar Tata Seni Rupa dan Desain
Nndwn Hsn, http//:www,notepedia.info>2013/4>nirmana , Jakarta, diambil: 9 April 2013
by admin | Sep 26, 2015 | Artikel
Kiriman : Dita Armydia (Mahasiswa Desain Mode)
Abstrak
Pada zaman dahulu, manusia mengenakan pakaian pada bagian tertentu saja, dari bagian dada hingga panggul. Memakai bahan seadanya yang ada di lingkungan sekitarnya. Mempunyai bentuk sederhana, dengan fungsi sebagai penutup dada. Mereka tidak mengenal tentang tenun dan lain sebagainya. Hingga dalam perkembanganya, bentuk maupun cara penggunaannya digolongkan menjadi bentuk dasar busana. Salah satu hasil karya yang dikenal sebagai hasil tenunan di buat untuk pakaian. Perkembangan jaman di Indonesia maupun di negara lainnya membuat keunikan di setiap tahunnya hingga saat ini. Jaman dulu kain velvet merupakan pakaian orang-orang kelas menengah keatas, alias keturunan bangsawan. Kain velvet biasanya dikenal dengan nama kain beludru struktur yang sangat halus dan rata, berkilau dan lembut. Pada umumnya bahan dasar velvet ialah katun dan sutra. Banyak orang yang belum bisa membedakan antara kain bludru dan kain suede. Karena beludru terbuat dari bahan sintetis yang berserat sedangkan suede terbuat dari kulit bagian dalam yang dibalik, yang membedakan dengan dibakar kalau bludru mudah terbakar dan hangus jadi abu kalau suede bahan sulit terbakar dan menimbulkan bau seperti bulu terbakar. Kain velvet memiliki kesan glamor dan elegan. Namun kain velvet ini terhitung mahal, selain dari perawatannya juga dari cara pembuatannya. Dengan motif beragam dan cantiknya untuk pembuatan bentuk tubuh. Dengan keunikan kain yang dapat menyerap pencahayaan. Sehingga kain velvet ini banyak kegunaannya. Pemotongan kain sebaiknya kain dilapisi dengan kertas. Untuk menjahit kain velvet sebaiknya gunakan kertas atau kain tipis untuk melapisinya agak jahitan bisa stabil. Cara lain yaitu ketika anda menjahit kain velvet, tarik bagian depan secara perlahan agar kain tidak berkerut.
Kata Kunci : lembut, kain beludru, kain velvet, perkembangan, tenunan.
PENDAHULUAN
Sebelum mengenal tenunan, manusia pada zaman dahulu mengenakan pakaian hanya pada bagian – bagian tertentu saja, seperti pada bagian dada atau pada lingkar pinggang atau panggul. Bahan yang digunakan didapat dari lingkungan sekitar, baik berupa kulit binatang, kulit batang bahkan daun. Fungsinya juga hanya sebagai penutup bagian tertentu pada tubuh. Walaupun sudah mengenal bentuk tapi bentuknya sederhana dengan wujud geometris yaitu segiempat atau segiempat panjang. Cara pakai ada yang dililitkan, ada pula yang dilubangi untuk memasukkan kepala.
Salah satu benda hasil karya manusia yang secara umum dikenal sebagai hasil tenunan yang di buat untuk pakaian. Namun ada juga pakaian yang tidak di buat dari hasil tenunan, melainkan kulit kayu yang di pukul – pukul dengan alat tertentu sehingga menjadi tipis dan lebar. Berasal dari bahasa Perancis texere dan bahasa Latin textilis yang artinya menenun.
Perkembangan jaman yang membuat para pecinta fashion baik di Indonesia maupun di negara lainnya kini berusaha menciptakan hasil karyanya untuk di pasarkan di dunia usaha. Perkembangan model busana dan macam macam kain yang membuat keunikan di setiap tahunnya hingga saat ini. Contohnya jaman dulu kain velvet merupakan pakaian orang-orang kelas menengah keatas, alias keturunan bangsawan. Pada zaman Mamluk, Kairo merupakan kota penghasil velvet terbesar. Bangsawan pada waktu itu, memakai kaftan velvet pada saat hari raya Idul Fitri atau Idul Adha. Lalu pada masa selanjutnya, asisten koki memakai dress velvet warna biru yang disebut came-i kebud, topi kerucut (kulah) dan celana panjang baggy (caksir), yang terbuat dari velvet bursa. Kalau di Indonesia, velvet menjadi busana pengantin adat Jawa kuno (biasanya berwarna hitam, merah, hijau).
PEMBAHASAN
Kain Velvet biasanya dikenal dengan nama kain beludru. Kain velvet adalah jenis kain tenun tafting (berumbai) dengan struktur yang sangat halus dan rata, sehingga tekstur dan permukaan kain velvet terlihat berkilau dan lembut seperti perpaduan dari sifat kain sutera dan wol. Kain beludru atau kain velvet ini adalah kain lembut yang terbuat dari sutra, rayon atau nylon dengan ciri bahan seperti tumpukan bulu yang sangat halus, mulus padat dan lembut seperti bulu kucing, beruang dan lain-lain.
Awalnya velvet pertama kali muncul terbuat dari serat sutra. Tetapi pada saat persediaan serat sutra menipis, maka para pemintal mulai beralih ke serat-serat lainnya yang mudah didapat, seperti: rayon dan katun (14%-18% sutra dan sisanya rayon). Sedangkan velvet yang 100% sutra sudah sangat susah untuk ditemukan, kalau pun ada pasti sangat mahal harganya. Motif-motif bahan velvet pun sudah beragam, ada yang garis-garis sampai kotak-kotak.
Pada umumnya bahan dasar velvet ialah katun dan sutra. Kemudian dikembangkan lagi ke bahan-bahan lainnya, seperti viscose dan polyester. Velvet pun bisa dibuat di atas bahan yang mengandung karet atau stretch karena semakin canggihnya alat. Stretch velvet ini dapat mengikuti lekuk bentuk tubuh sehingga nyaris sempurna. Banyak busana-busana mewah dan kebaya memakai bahan stretch velvet supaya terlihat seksi karena velvet bisa mengikuti bentuk tubuh. Lebih banyak helai benang yang dipakai akan menciptakan velvet yang tebal sehingga akan menambah tinggi harga jualnya. Terlebih lagi bila ada aplikasi di atasnya seperti brokat atau bordir, harganya akan bertambah mahal. Bahan velvet tak hanya tebal, namun ada juga yang tipis. Velvet tipis lebih mudah dijahitnya dibandingkan dengan yang tebal. Terlebih lagi bila kita ingin membuat busana pesta dan kebaya. Lekuk tubuh dapat terlihat jelas dan membuat kita tampak seksi bila memakai stretch velvet.
Beberapa tips yang sebaiknya diperhatikan. Pilihlah model dengan bahan potongan yang simple dan klasik karena keindahaan busana sudah terlihat dari mewahnya bahan tersebut. Buatlah penyesuaian fitting pada kertas pola karena setiap bekas jahitan dapat meninggalkan bekas pada bahan. Cara menyetrikanya pun harus diangkat turun, jangan sekali-sekali diseret maju mundur. Kain ini harganya mahal dan memiliki karakteristik kain yang susah dibersihkan apabila terkena noda, walaupun saat ini sudah banyak fasilitas cuci dry clean untuk mengatasi hal tersebut.
Kain halus dan lembut terbuat dari bahan sintetis yang bertumpukan dengan serat lainnya seperti katun, nilon, polyester itulah kain beludru. Kain yang memberi kesan glamor dan elegan dengan warna-warna cantik dan menarik yang akan membuat si pemakai tambah percaya diri menggunakannya. Seperti gambar diatas, kebanyakan tas2 bermerek memakai kain beludru untuk koleksi tas mahalnya. Ada juga bludru berbentuk serbuk yang digunakan untuk kutex kuku, caranya kuku di kutex terlebih dahulu lalu ditaburi serbuk bludru di tekan perlahan kemudian bagian pinggir kuku dibersihkan hingga rapi jadilah kutex bludru yang cantik.
Untuk sekedar informasi, banyak orang yang belum bisa membedakan antara kain bludru dan kain suede. Tampilan halus dan lembut yang sama namun beda asal dan kualitasnya. Bludru terbuat dari bahan sintetis yang berserat sedangkan suede terbuat dari kulit bagian dalam yang dibalik, untuk lebih membedakan lagi caranya dengan dibakar kalau bludru mudah terbakar dan hangus jadi abu kalau suede bahan yang sulit terbakar dan menimbulkan bau seperti bulu terbakar.
Salah satu usaha di jakarta yang menggunakan bludru untuk jasa percetakan yaitu menyediakan jasa cetak bludru / beludru / bulu / flocking khusus diatas permukaan kertas apapun untuk areal jabodetabek. Cetak bludru banyak digunakan untuk kartu undangan, kertas kado, box souvenir, dll. Selain itu kain beludru bisa digunakan untuk wallpaper, background dan dekorasi ruangan/pementasan, bisa juga digunakan untuk gorden. Keunikan beludru dia bisa menyerap pencahayaan, menjadikannya material paling cocok untuk dijadikan background dimana lampu sorot atau flash photography digunakan.
Untuk tahap pemotongan kain sebaiknya kain dilapisi dengan kertas, karena ada kain velvet yang licin dan bisa bergeser ketika dipotong. Gunakan gunting yang bersih dan tajam. Tentukan arah serat yang benar sebelum memotong kainnya. Lebih baik kain velvet dipotong satu-satu jangan ditumpuk, karena bisa merusak tekstur kain. Untuk menandai pola, anda bisa gunakan kapur jahit, roda kapur, kertas karbon, atau hanya jarum pentul di sisi bagian dalam.
Tahap menjahit kain velvet sebaiknya gunakan kertas atau kain tipis untuk melapisinya agak jahitan bisa stabil. Cara lain yaitu ketika anda menjahit kain velvet, tarik bagian depan secara perlahan agar kain tidak berkerut. Gunakan kaki mesin yang khusus untuk menjahit kain velvet. Sebaiknya gunakan jarum jahit yang tajam dan berukuran 9 atau 10, untuk kain velvet sutera bisa menggunakan jarum ukuran 9. Gunakan benang polyester atau katun. Gunakan jahitan lurus yang panjang jahitannya 2.0 sampai 3.0mm. Anda harus menyesuaikan ketegangan jarum dan tekanan kaki mesin jika ketebalan kain yang dijahit berbeda.
PENUTUP
Sebelum mengenal tenunan, manusia pada zaman dahulu mengenakan pakaian hanya pada bagian – bagian tertentu saja, seperti pada bagian dada atau pada lingkar pinggang atau panggul. Bahan yang digunakan didapat dari lingkungan sekitar, baik berupa kulit binatang, kulit batang bahkan daun.
Kain Velvet biasanya dikenal dengan nama kain beludru. Pada umumnya bahan dasar velvet ialah katun dan sutra.
Untuk tahap pemotongan kain sebaiknya kain dilapisi dengan kertas, karena ada kain velvet yang licin dan bisa bergeser ketika dipotong. Tahap menjahit kain velvet sebaiknya gunakan kertas atau kain tipis untuk melapisinya agak jahitan bisa stabil.
DAFTAR RUJUKAN
http://fitinline.com/article/read/kain-velvet
http://intips-busana.blogspot.com/2012/11/mengenal-5-karakter-velvet.html
http://tokoliman.blogspot.com/2013/07/kain-beludru-velvet.html
http://fitinline.com/article/read/aplikasi-kain-velvet-pada-busana