by admin | Dec 23, 2015 | Artikel
Kiriman : Bramantya Bayu Aji (Mahasiswa Jurusan DKV ISI Denpasar)
ABSTRAK
Pemahaman terhadap karya seni terus berlanjut dengan menghasilkan seniman – seniman yang berbakat, peluang untuk berkarya semakin inovatif dengan karya pada media yang bisa dilihat dan dimanfaatkan,salah satu dari media yang dapat diaplikasikan adalah melalui baju kaos.Sang Artis yang mendesain gambar kini mengaplikasikan karya mereka dalam bentuk baju kaos yang semakin hari menjadi kebutuhan pokok.Sang Artis akan memiliki kebanggan tersendiri jika hasil karya digunakan ini juga menjadi tolak ukur keberhasilan seorang Artis dalam menghasilkan karya.Garisan yang akan membentuk sebuah gambar akan dapat menjadi bentuk visual yang secara keseluruhan akan membentuk sebuah objek yang kemudian akan menjadi sebuah karya yang merupakan representasi dari hasil imajinasi seniman tersebut dari hasil karya itulah akan menjadi karya seni yang memiliki karya seni yang bernilai tinggi.
Kata kunci : Artis, Seniman, Baju Kaos, Karya Seni, Aplikasi
Selengkapnya dapat unduh disini
by admin | Dec 23, 2015 | Artikel
Kiriman : Ni Putu Tisna Andayani, SS., M.Hum (Dosen Karawitan ISI Denpasar)
ABSTRAK
Berbagai bahasa di dunia mempunyai keunikan tersendiri yang lekat dengan budayanya masing-masing. Beberapa ahli dalam bidang ilmu terjemahan menganggap bahwa suatu terjemahan ekuivalen jika si penerjemah telah memahami bahasa dan budaya dari teks yang diterjemahkan. Membandingkan suatu teks yang berbeda bahasa tentunya bisa diprediksi akan melibatkan teori ekuivalensi penerjemahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan masalah-masalah kesepadanan dalam teks terjemahan historis kultural. Secara teoretis diharapkan penelitian ini bermanfaat bagi peneliti bahasa dan budaya, karena dalam teks terdapat kekhasan bahasa dan budaya, sekaligus digunakan sebagai bahan rujukan untuk melakukan kajian teks terjemahan. Secara praktis, diharapkan dapat memberikan kontribusi tentang pentingnya memahami dan melestarikan budaya melalui bahasa terutama bagi generasi penerus bangsa agar nilai-nilai yang terkandung dalam bahasa tidak sampai punah.
Kata kunci: terjemahan, ekuivalensi, historis-kultural, bahasa, budaya
Selengkapnya dapat unduh disini
by admin | Dec 22, 2015 | Artikel
Kiriman : Jessie Fanissa Perry (Mahasiswa Jurusan Desain Mode ISI Denpasar)
ABSTRAK
Dekonstruksi dapat terjadi dalam segala hal seperti dekonstruksi dalam bidang arsitektur, sastra, budaya, perspektif, gaya hidup, dan bahkan dalam bidang fashion. Kata dekonstruksi didefinisikan sebagai suatu strategi analisis yang dikaitkan dengan filsuf Perancis, Jacques Derrida, yang bertujuan untuk membuka pengandaian-pengandaian metafisis yang sebelumnya tidak dipertanyakan, serta membuka kontradiksi internal di dalam filsafat maupun teori-teori bahasa. Menurut Kamus Bahasa Inggris, kata dekonstruksi dapat didefinisikan juga sebagai suatu tindakan untuk mengubah konstruksi dari suatu benda. Makna dekonstruksi secara umum adalah tindakan subjek yang membongkar suatu objek yang tersusun dari berbagai unsur yang memang layak dibongkar. Sedangkan definisi mode adalah gaya atau pelengkap busana yang senantiasa berubah-ubah dari musim ke musim serta dapat juga didefinisikan sebagai gaya hidup, cara berbusana, cara berperilaku, dan sebagainya. Setelah melihat definisi dari kata dekonstruksi dan kata mode atau fashion dapat diartikan juga bahwa dekonstruksi dalam fashion bermakna sebagai suatu tindakan manusia dalam merubah tidak hanya berpakaian namun juga gaya hidup. Pada dasarnya industri fashion sangat membutuhkan dekonstruksi guna menciptakan kreasi mode yang baru. Itulah alasan mengapa dekonstruksi selalu dilakukan dalam bidang fashion.
Secara umum dekonstruksi dalam bidang fashion bisa dibagi menjadi tiga aspek yaitu dekonstruksi pada desain & pola; dekonstruksi pada bahan; serta dekonstruksi dari desain, pola, dan bahan sekaligus. Dekonstruksi dalam fashion terjadi hampir di semua bagian fashion baik itu pakaian, sepatu, tas, perhiasan, gaya rambut, dan make-up. Dekonstruksi pada pakaian umumnya dilakukan para desainer dalam kategori avant garde. Menurut Kamus Mode Indonesia sendiri kata avant garde mempunyai definisi mode yang berada jauh di depan, seringnya mengacu pada gaya pribadi yang unik dan berani; secara umum bisa diartikan eksperimen, inovasi, ide orisinal, atau non-konvensional dari suatu periodetertentu dalam mode atau bidang seni lainnya. Kategori busana avant garde sangat erat hubungannya dengan dekonstruksi. Dalam hal ini dekonstruksi menjadi sebutan sebuah teknik yang digunakan para desainer untuk membuat sebuah desain busana yang nantinya akan merombak pola dasar guna mewujudkan karya busana yang diinginkan desainer Dekonstruksi umumnya digunakan untuk membuat karya busana yang dekonstruktif. Ini sangat dibutuhkan para desainer untuk menciptakan koleksi baru. Dekonstruksi pada pakaian bisa dilihat dari look atau bagaimana busana tersebut terlihat. Seperti contohnya sebuah desain kemeja lengan panjang biasa yang oleh desainer diubah menjadi kemeja asimetris yang lengannya terbelah dibagian tengah serta warna yang berbeda pada bagian kiri dan kanan busana. Contoh lain adalah seorang desainer mendesain sebuah dress yang seluruh bahannya terbuat dari limbah kertas. Demikian pula dekonstruksi pada bagian fashion lainnya. Bisa dikatakan berubahnya suatu trend dari masa ke masa juga bisa dipastikan terjadinya sebuah fenomena dekonstruksi dalam trend itu sendiri.
Kata Kunci : Dekonstruksi, Fashion
Selengkapnya dapat unduh disini
by admin | Dec 22, 2015 | Artikel
Kiriman : Dwi egi sukmana (Mahasiswa Jurusan DKV ISI Denpasar)
ABSTRAK
Di era teknologi dan informasi saat ini kehadiran tipografi sangatlah dibutuhkan dalam pembuatan logo. Sesuai dengan namanya, tipografi tujuan untuk pemilihan bentuk huruf, besar huruf, cara dan teknik penyusunan huruf menjadi kata atau kalimat yang sesuai dengan karakter pada logo yang dapat ditangkap oleh massa dengan benar. Salah satu elemen desain yang sangat penting dalam menunjang keberhasilan suatu desain itu adalah Tipografi. Tipografi dalam hal ini adalah seni memilih dan menata huruf untuk pembagai kepentingan menyampaikan informasi berbentuk logo. Jadi jika logo tidak terisi tipografi akan terlihat sedikit kurang, karena jika melihat logo saja masyarakat kurang jelas melihatnya dan saat di isi tipografi kelihatan lebih menarik dan mudah ditangkap oleh masyarakat.
Kata Kunci : Tipografi, Logo
Selengkapnya dapat unduh disini