M

Tentang ISI Bali

Sejarah

Pengantar

Akreditasi

Visi dan Misi

Struktur Organisasi

SAKIP

JDIH

Penghargaan

PPID

Green Metric

Pendidikan

Fakultas Seni Pertunjukan (FSP)

Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD)

Pascasarjana

Program Internasional

Alumni

Formulir Mahasiswa

Penelitian

Penelitian, Penciptaan dan Diseminasi Seni dan Desain (P2SD)

Penelitian Disertasi (PDD)

Penelitian Kompetisi Nasional

Penelitian Kerja Sama

Pengabdian

Bali Citta Swabudaya (BCS)

Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM)

Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Pusat

Tanpa Evolusi, Fashion Adat Tenganan Matruna Nyoman Dan Madaha Masih Diagungkan

Kiriman : Nyoman Ayu Permata Dewi (Mahasiswa Pasca Sarjana ISI Denpasar)

ABSTRAK

Kain tenun Gringsing terdapat di Desa Tenganan, Pegringsingan, Karangasem, Bali. Tenun Gringsing tergolong dalam Wastra Wali atau Kain Bebali (Kain Bali). Kain tenunan hasil produksi masyarakat Tenganan Bali, digunakan sebagai pakaian dan sarana upacara keagamaan. Salah satu fungsi kain Gringsing di Desa Tenganan digunakan dalam upacara Matruna Nyoman dan Medaha. Upacara Matruna Nyoman dan Medaha wajib dilaksanakan oleh seluruh anak-anak desa yang akan beranjak dewasa. Melalui upacara ini anak-anak Desa Tenganan dianggap sudah mampu menjalankan tanggung jawabnya untuk menjaga dan mengikuti segala aturan Desa Tenganan Pegringsingan. Salah satu aturan yang dilaksanakan setelah melaksanakan upacara tersebut adalah para truna-truni Desa Tenganan dapat menggunakan pakaian adat kain prembon setelah melaksanakan upacara  Matruna Nyoman dan Medaha. Sejak berabad lalu masyarakat di Desa Tenganan menggunakan kain yang diwarisan secara turun temurun di keluarganya, pakaian adat ini tidak mengalami perkembangan ataupun perubahan yang segnifikan.

Kata Kunci: Gringsing, Prembon, Matruna Nyoman dan Medaha.

Selengkapnya dapat unduh disini

 

Tari Baris Rasa Cina

Kiriman : I Nyoman Payuyasa (Dosen Prodi Film dan Televisi FSRD ISI Denpasar)

ABSTRAK

Bali menjadi tempat tumbuh suburnya pemandangan multikultural yang harmonis. Perpaduan indah ini tidak hanya terjalin pada kehidupan masyarakatnya, melainkan pada budaya, pada kebiasaan, juga pada sejarahnya. Kebudayaan yang dimiliki Bali, salah satunya Tari Baris Cina merupakan tari unik yang dalam sejarahnya merupakan akibat akulturasi budaya penduduk lokal Bali dengan penduduk Tionghoa. Mereka menciptakan gerakan-gerakan tari yang indah dengan mengedepankan dua budaya yang ditampilkan secara harmonis. Tari Baris Cina ada di Desa Pakraman (Kelurahan) Renon Denpasar. Keberadaan tari ini ada kaitannya dengan prasasti Blanjong, Sanur. Hingga saat ini, Tari Baris Cina masih ditarikan begitu apik oleh pemuda Bali, khususnya.

Kata kunci: Blanjong, Renon, Beri, Ber-Bor, Akulturasi

Selengkapnya dapat unduh disini

 

Ilustrasi Horor Desain Band Deathmetal Sebuah Kritik Seni

Kiriman : Putu Gde Satria Kharismawan (Mahasiswa Pascasarjana ISI Denpasar)

PENDAHULUAN

Pada 2016, membentuk grup band menjadi hobi yang paling digemari berbagai kalangan. Berbagai acara sering menampilkan band-band lokal. Band merupakan sekumpulan orang atau musisi yang memiliki satu pemahaman dalam berkarya di bidang musik. Dalam genre underground, perkembangannya diawali oleh pionir-pionir era 70-an sebagai pendahulunya, seperti band God Bless, Gipsy (Jakarta), Superkid (Bandung), AKA/ SAS (Surabaya). Istilah underground digunakan majalah musik dan gaya hidup pionir untuk mengidentifikasi band-band yang memainkan musik keras dengan gaya yang lebih liar dan ekstrem pada era 70-an (Wikipedia.com diaksespada 15 agustus 2016 11:52pm).

Di Bali sendiri, scene underground diawali oleh komunitas Corpsegrinder di Denpasar dengan pionir Dede Suhita, Putra Pande, Age Grindcorner, dan Sabdo Moelyo. Dede Suhita adalah ilustrator dengan konsep Deathmetal dan editor majalah Metal Megaton yang terbit di Jogjakarta. Deathmetal adalah sebuah sub-genre dari musik heavy metal yang berkembang dari genre thrash metal pada awal 1980-an. Beberapa ciri khas dari genre Deathmetal adalah lirik lagu yang bertemakan kekerasan atau kematian, ritme gitar rendah (downtuned rhytm guitars), intensitas dinamis, perkusi dan tempo yang cepat. Salah satu cara dari band underground untuk mencari dana selain fee ketika mendapatkan gigs adalah dengan menjual merchandise berupa poster, sticker, pin, cd album, dantshirt. Kesamaan dalam ilustrasi desain band deathmetal adalah penggunaan ilustrasi horror pada desain band Deathmetal. Ilustrasi yang digunakan berupa tengkorak, zombie, iblis dan berbagai macam hal yang terlihat mengerikan (Wikipedia.com diakses pada 15 agustus 2016 12:24pm)

Ilustrasi adalah hasil visualisasi dari suatu tulisan dengan teknik  hand drawing, fotografi, digital, atau teknik seniru palainnya yang lebih menekankan hubungan subjek dengan tulisan yang dimaksud dari pada bentuk. (Wikipedia.com diaksespada 16 agustus 2016 8:20am). Dewasa ini, desain band Deathmetal memvisualisasikan lirik lagu yang cenderung bernuansa menyeramkan. Lirik yang sebagian besar berisikan kebencian, amarah, ketidakpuasan dan kekerasan dituangkan atau divisualisasikan menjadi sebuah gambar atau media dengan ilustrasi bernuansa horor. Pesan mengenai ketidakpuasan tentang keadaan sistem, isu sosial, kebencian dan amarah terhadap suatu permasalahan diterjemahkan oleh musisi ke dalam bentuk lagu dan divisualisasikan oleh ilustrator atau seniman ke dalam bentuk ilustrasi bernuansa horor. Horor itu sendiri mengacu pada rasa takut, ngeri, tak berdaya karena takut, suatu hal yang menimbulkan rasa takut dan menyeramkan.

Selengkapnya dapa unduh disini

Loading...