M

Tentang ISI Bali

Sejarah

Pengantar

Akreditasi

Visi dan Misi

Struktur Organisasi

SAKIP

JDIH

Penghargaan

PPID

Green Metric

Pendidikan

Fakultas Seni Pertunjukan (FSP)

Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD)

Pascasarjana

Program Internasional

Alumni

Formulir Mahasiswa

Penelitian

Penelitian, Penciptaan dan Diseminasi Seni dan Desain (P2SD)

Penelitian Disertasi (PDD)

Penelitian Kompetisi Nasional

Penelitian Kerja Sama

Pengabdian

Bali Citta Swabudaya (BCS)

Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM)

Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Pusat

RUWATAN DALAM REPRESENTASI SENI

Kiriman : I Nyoman Kariasa ( Dosen Fakultas Seni Pertunjukan )

Abstrak

Ruwatan merupakan warisan budaya leluhur yang diwariskan secara turun temurun yang berkembang sejak berabad-abad, sampai saat ini masih dipertahankan sebagai upaya solusi menghidari dari mala petaka dan mara bahaya. Tulisan ini bertujuan untuk mengetahui definisi ruwatan itu sendiri, dan makna ruwatan yang terkandung di dalamnya. Selain itu penelitian ini juga membahas secara deskriptif seni-seni yang apa saja yang digunakan sebagai sarana ruwatan. Dalam tulisan ini digunakan pendekatan kwalitatif-deskriptif degan metode pengumpulan data melalui wawancara, studi pustaka untuk mendapatkan informasi mengenai ruwatan. Tulisan ini berhasil menjawab tentang depinisi ruwatan yakni di Jawa memiliki pengertian pelepasan, melepaskan dari energy negative dalam diri manusia dan lingkungan. Sedangkan di Bali ruwatan berari secara umum yaitu pemurnian kembali dari yang tidak seimbang mejadi seimbang dengan mengaitkan kepada ilmu astronomi Bali yang disebut dengan wariga. Seni-seni yang dipakai sebagai sarana ruwatan adalah tradisi ngelawang, dan pertunjukan wayang kulit sapuh leger. Adapun nilai yang terjandung di dalamnya adalah mengandung nilai pelestarian budaya dan nilai estetika.

Kata kunci  ruwatan, kesenian, fungsi dan makna

Selengkapnya dapat unduh disini

Penerapan Warna Dalam Desain User Interface (Ui) Aplikasi Seluler Bukaloka

Kiriman : Made Gana Hartadi (Mahasiwa Program Studi Seni Program Magister Program Pascasarjana Institut Seni Indonesia Denpasar)

Abstrak

Warna merupakan unsur yang sangat penting karena berperan sebagai penentu keberhasilan desain UI aplikasi seluler Bukaloka dalam berinteraksi dengan penggunanya. Warna harus diterapkan sesuai porsinya masing-masing berdasarkan teori warna desain UI agar berfungsi secara optimal. Tujuan penelitian adalah untuk menggambarkan dan menganalisis penerapan warna, serta memberikan saran untuk pembenahan desain UI. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analitik. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa desain UI terdiri dari 11 jenis warna yang dikelompokkan ke dalam warna dominan, sub-ordinat, dan aksen. Warna-warna tersebut memiliki kelemahan dan ancaman yang lebih besar daripada kekuatan dan peluang. Kelemahan dan ancaman dapat diantisipasi melalui strategi WT (weakness and threat) yang berpedoman pada skema lingkaran warna.

Kata kunci: warna, desain UI, aplikasi seluler, Bukaloka

Selengkapnya dapat unduh disini

Loading...