M

Tentang ISI Bali

Sejarah

Pengantar

Akreditasi

Visi dan Misi

Struktur Organisasi

SAKIP

JDIH

Penghargaan

PPID

Green Metric

Pendidikan

Fakultas Seni Pertunjukan (FSP)

Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD)

Pascasarjana

Program Internasional

Alumni

Formulir Mahasiswa

Penelitian

Penelitian, Penciptaan dan Diseminasi Seni dan Desain (P2SD)

Penelitian Disertasi (PDD)

Penelitian Kompetisi Nasional

Penelitian Kerja Sama

Pengabdian

Bali Citta Swabudaya (BCS)

Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM)

Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Pusat

Membuat Masker Eco-friendly dari Kain Perca Sebagai Alternatif Perlindungan Saat Wabah Pandemi COVID 19 Melanda Dunia

Kiriman :Dewa Ayu Putu Leliana Sari, S.Pd., M.Sn (Prodi Desain Mode ISI Denpasar)

ABSTRAK

Tulisan ini bertujuan untuk mengetahui cara membuat (tutorial) masker penutup hidung dan mulut yang bersifat eco-friendly sebagai alternatif perlindungan saat wabah pandemi COVID 19 melanda dunia. Masker tersebut berasal dari limbah kain perca yang sudah tidak terpakai. Pemilihan bahan membuat masker pun tidak asal, harus yang berbahan katun. kelebihan kain katun yaitu memiliki sirkulasi udara yang baik, mampu menyerap keringat, yang membuat kulit terasa sejuk dan nyaman sepanjang hari.

Kata Kunci :Masker, eco-friendly, perca

Selengkapnya dapat unduh disini 

Tari Panen: Representasi Budaya Agraris di Minangkabau

Kiriman : Yulinis (Dosen Jurusan TARI FSP ISI Denpasar)

Abstrak

Tari Panen merupakan tari yang diciptakan oleh Gusmiati Suid yang menggambarkan tentang peristiwa panen padi di Minangkabau. Kebiasaan perempuan-perempuan Minangkabau ketika memanen padi adalah mengerjakannya secara bersama-sama atau dalam istilah budayanya adalah “Bajulo-Julo”. Akibat dari kebiasaan tersebut memunculkan perilaku yang kreatif dari masyarakat. Suasana yang muncul adalah bersuka cita, bersenda gurau, dan bermain-main dalam bekerja. Hal inilah yang diambil oleh pencipta untuk mewujudkannya menjadi sebuah tari.

Konsep yang digunakan untuk melihat representasi budaya agraris di Minangkabau dalam Tari Panen ini adalah konsep mimesis dan strukturalisme. Teori Mimesis yang digunakan adalah teori mimesis yang dikemukan oleh Aristoteles yang menyempurnakan teori mimesis Plato. Konsep mimesis menjelaskan bahwa karya seni merupakan cerminan dari realitas masyarakat. Strukturalisme yang digunakan adalah hasil pemikiran Levi Strauss yang menjelaskan bahwa karya seni terdiri dari struktur-struktur yang saling berhubungan.

Hasil dari tulisan ini memperlihatkan bahwa karya tari panen ciptaan Gusmiati Suid adalah representasi dari budaya agraris di Minangkabau. Hal ini bisa dilihat dari bentuk geraknya yang menggambarkan gerakan dari perempuan-perempaun yang memanen padi di sawah. Begitu juga dari segi musik yang juga memakai musik yang berasal dari peristiwa memanen padi, yaitu memakai pupuik batang padi.

Kata kunci : agraris, tari panen, budaya, Minangkabau

Selengkapnya dapat unduh disini

Loading...