by tik ISi | Oct 2, 2020 | 2020, Artikel
Kiriman : I Wayan Budiarsa (Prodi Tari FSP ISI Denpasar)
Abstrak
Berbagai negara di dunia dalam era global sekarang ini, usaha pelestarian, penelitian, penciptaan, serta pengembangkan seni budayanya ke arah pemajuan sangatlah gencar dilakukan agar apa yang telah terwariskan dapat dipertahankannya. Tidak jarang suatu negara melakukan suatu perpaduan/ silang budaya atau bahkan mempelajari seni budaya negara lain yang selanjutnya dikembangkan dinegaranya guna menambah khasanah budayanya. Singapura adalah negara tetangga Indonesia yang termasuk sangat gencaar dalam menggali identitas tersebut. Singapura sebagai negara yang berada di wilayah rumpun Melayu mempunyai keberagaman seni budaya yang tumbuh kembang terpadu harmonis yang disangga oleh masyarakatnya, baik yang bernafaskan relegi Hindu, Islam, Budha, dan lain sebagainya. Kesenian Indonesia, khususnya Bali telah berkembang dang sangat digemari oleh masyarakatnya, dan telah banyak pula terbentuk perkumpulan/ sanggar-sanggar seni yang khusus mempelajari tarian dan gamelan Bali, salah satunya yakni sanggar Eka Swara Santi. Sebagaimana tiga tahun silam penulis berkesempatan menjalin kerjasama dengan seniman-seniman Singapura yang bernaung di bawah National University of Singapore (Eka Swara Santi) yang dikordinir oleh Profesor Irving Jhonson, sedangkan dari Indonesia adalah gamelan Pinda Sari-Saba-Blahbatuh-Bali diketuai oleh I Nyoman Kariasa, sedangkan penulis mengkordinir Sanggar Seni Satriya Lelana Batuan-Gianyar-Bali mengadakan pertunjukan drama tari calonarang dengan judul Madri Duta. Suatu epos yang mengisahkan terjadinya peperangan antara kerajaan Kediri dengan Ratu Dirah di belahan Timur tanah Jawa.
Kata kunci: Singapura, Indonesia, Bali, Calonarang, Rasas
Selengkapnya dapat unduh disini
by tik ISi | Sep 29, 2020 | 2020, Artikel
Kiriman : IBG. Surya Peradantha, S.Sn.,M.Sn.
Abstrak
Beberapa waktu saat masa pandemi COVID-19 ini, seni pertunjukan di Bali mengalami penyesuaian penampilan yang ditampilkan di beberapa tempat. Berbekal kreativitas yang dikombinasikan dengan pelaksanaan protokol kesehatan, ada beberapa postingan yang menampilkan foto/video seni pertunjukan Bali yang penampilnya menggunakan masker di media sosial. Ada beberapa komentar yang menunjukkan kontroversi di dunia maya : Menghujat dan biasa saja. Untuk menghindari perdebatan yang tak terarah sekaligus munculnya kreativitas penciptaan seni yang tak terkendali maka diperlukan suatu pemahaman mengenai aspek-aspek dan kaidah prinsip Tari Bali agar ke depannya para pencipta, organisator dan penikmat seni tari Bali memiliki kesepahaman mengenai bagaimana wajah tari Bali di era new normal ini. Tulisan ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan kritik seni berdasarkan studi kasus di media sosial facebook. Tulisan ini menghasilkan beberapa analisis mengenai perkembangan tari Bali yang dipentaskan menggunakan masker dan face shield serta beberapa saran kepada para kreator seni di masa mendatang sebagai referensi agar kreasi seni (tidak hanya tari) yang diciptakan masih tetap menjaga norma dan nilai khususnya estetika Tari Bali yang telah diakui dunia.
Kata Kunci : Tari Bali, Alat Pelindung DIri, Seni Pertunjukan, Pandemi COVID-19, Estetika
Selengkapnya dapat unduh disini
by tik ISi | Sep 27, 2020 | pengumuman
Pengumuman-pendaftaran-proposal-TA-Ganjil-2020-2021
Diberitahukan kepada Mahasiswa FSRD ISI Denpasar yang akan mendaftar
Proposal Tugas Akhir (TA) Semester Ganjil 2020/2021 bahwa Pendaftaran
dilakukan secara daring/Online dengan mengirimkan data ke email :
[email protected]
by tik ISi | Sep 27, 2020 | pengumuman
Pengumuman-Pendaftaran-KP-Ganjil-2020-2021
Diberitahukan kepada Mahasiswa FSRD ISI Denpasar yang akan mendaftar Kerja Praktek (KP) Semester Genap 2019/2020 bahwa Pendaftaran KP dilakukan secara daring/Online dengan mengirimkan persyaratan ke email : [email protected].