by tik ISi | Apr 23, 2020 | 2020, Artikel
Kiriman : Dr. N.K. Dewi Yulianti, S.S., M.Hum. (Dosen FSP ISI Denpasar)
Abstrak
Tulisan ini dimaksudkan untuk melatih diri dalam mengendalikan rasa takut yang merupakan kendala dalam proses pendidikan baik bagi anak didik maupun pendidik. Rasa takut yang sering datang umumnya terjadi karena ketidakmampuan pikiran mengendalikan keakuan palsu atau false ego di dalam diri sehingga pikiran terperangkap dalam rasa takut.
Tulisan ini membahas dua hal signifikan dalam upaya menaklukkan rasa takut dalam diri, yaitu (1) Bagaimanakah rasa takut yang menjadi musuh dalam diri dan (2) Bagaimana cara menaklukkan rasa takut dalam diri untuk keberhasilan pendidikan karakter. Analisi kedua topik ini dilakukan melalui studi pustaka (library research) dan merupakan penelitian empiris penulis.
Selengkapnya dapat unduh disini
by tik ISi | Apr 22, 2020 | 2020, Artikel
Kiriman : Siluh Made Astini dan Ni Wayan Iriyani (Program Studi Pendidikan Sendratasik Fakultas Seni Pertunjukan ISI Denpasar)
Abstrak
Berbicara tentang proses pembelajaran kreatif, tidak lepas dari strategi yang diterapkan. Beberapa dari guru tari baik yang mengajar di sekolah maupun di sanggar-sanggar tari mengatakan strategi yang diterapkan hanya sebatas memberikan tekhnik dasar tari dan hapalan gerak dari materi tari yang diajarkan. Pada hal masih ada beberapa strategi yang bisa diterapkan oleh guru-guru tari untuk mengefektifkan proses pembelajaran tari. Seni tari yang menggunakan tubuh sebagai alat dan gerak medianya dapat menumbuhkan kreatifitas dan sensibilitas bagi siswa. Gerak yang terdapat pada setiap siswa adalah ekspresi dari pengalaman emosional mereka. Dengan demikian gerak tari yang dimaksud adalah gerak yang sudah mengalami stilisasi dan distorsi.Bandem (1971: 24) mengatakan tari adalah ekspresi jiwa manusia yang diwujudkan melalui gerak-gerak ritmis yang indah serta diikat oleh nilai-nilai kultural dan kelompok individu yang mendukungnya.
Kegiatan belajar mengajar dapat terjadi apabila siswa ada perhatian dan dorongan terhadap stimulus belajar. Untuk itu, maka guru harus berupaya menimbulkan dan mempertahankan perhatian dan dorongan siswa. Upaya memberikan perhatian dan dorongan belajar pada siswa dilakukan guru sebelum mengajar dimulai, pada saat berlangsungnya proses belajar mengajar terutama pada saat siswa melakukan kegiatan belajar, saat-saat kondisi siswa mengalami kemunduran. Perhatian siswa terhadap stimulasi belajar dapat diwujudkan melalui beberapa upaya seperti penggunaan media pembelajaran, memberikan pertanyaan pada siswa, membuat variasi belajar pada siswa, melakukan pengulangan informasi yang berbeda sifatnya dengan cara sebelumnya, memberikan stimulus dalam bentuk lain sehingga siswa tidak bosan.
Kata kunci: Motivasi kreatif, Pembelajaran,Seni tari.
Selengkapnya dapat unduh disini
by tik ISi | Apr 21, 2020 | pengumuman
3.-PENDAFTARAN-PERPANJANGAN-KKN-ONLINE-2020
Dengan hormat, berdasarkan Surat Edaran Rektor ISI Denpasar No. 6 Tahun 2020 tertanggal 20 April 2020 tentang pencegahan dampak dan memutus penyebaran COVID-19 serta selama dilaksanakan pembatasan Sosial (Sosial Distanching) dilingkungan civitas akademika ISI Denpasar, bersama ini disampaikan bahwa Lembaga Penelitian,Pengabdian Masyarakat dan Pengembangan Pendidikan (LP2MPP) memberikan kesempatan kepada seluruh mahasiswa ISI Denpasar yang sudah memenuhi syarat dan belum sempat melakukan pendaftaran KKN sebelumnya dapat mengajukan pendaftaran KKN secara online.
by tik ISi | Apr 20, 2020 | pengumuman
SE-Rektor-ISI-Denpasar-Nomor-6-Tahun-2020
PERPANJANGAN KETIGA PELAKSANAAN KEGIATAN BELAJAR MENGAJAR DAN LAYANAN ADMINISTRASI UNTUK PENCEGAHAN PENYEBARAN VIRUS CORONA (COVID-19) DI LINGKUNGAN INSTITUT SENI INDONESIA DENPASAR
by tik ISi | Apr 16, 2020 | 2020, Artikel
Kiriman : Wardizal (Dosen FSP ISI Denpasar)
Abstrak
Artikel ini merupakan inti sari dari penelitian penulis tentang gamelan Siwa Nada: Sebuah barungan gamelan baru ciptaan I Wayan Sinti. Secara subtantif, hal yang ingin dikemukakan dalam tulisan ini adalah, proses kreatif I Wayan Sinti dalam menciptakan gamelan Siwa Nada; sebuah bentuk barungan gamelan baru yang berfungsi sebagai ensiklopedi musik dunia. Data dan fakta dalam tulisan ini, secara keseluruhan didasarkan pada hasil wawancara yang penulis lakukan dengan I Wayan Sinti sebagai narasumber utama dalam penelitian. Hasil penelitian ini menunjukan, bahwa gagasan dan pemikiran I Wayan Sinti dalam menciptakan gamelan Siwa Nada lebih didasarkan kepada proses kreatif inovatif untuk menunjang proses kreativitas dalam berkesenian. Secara subtantif, barungan gamelam Siwa Nada berbentuk bilah dan terbuat dari bambu, kayu dan kerawang. Sinti mempunyai simbol-simbol tersendiri terhadap gamelan Siwa Nada yang diciptakan, baik penamaan instrumen maupun sistem penulisan notasi dan tangga nada.
Kata kunci: Siwa Nada, Ensiklopedi, Musik Dunia
Selengkapnya dapat unduh disini